Usai Ledakan di Lebanon, Para Pekerja Migran Minta Dipulangkan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 14:18 WIB
Pekerja migran di Lebanon meminta dipulangkan (AFP Photo)Pekerja migran di Lebanon meminta dipulangkan (AFP Photo)
Foto: Pekerja migran di Lebanon meminta dipulangkan (AFP Photo)
Beirut -

Ledakan dahsyat di Beirut telah mengantarkan Lebanon ke jurang krisis ekonomi. Para pekerja migran pun meminta untuk dipulangkan.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/6/2020) setelah berjuang melalui krisis ekonomi Lebanon dan kemudian pandemi virus Corona, pekerja migran asal Ethiopia, Tarik Kebeda mengatakan ledakan mematikan yang merobek rumahnya di Beirut adalah pukulan terakhir.

Di dalam rumah kecil yang dia tinggali bersama empat temannya, dia menunjuk ke bingkai jendela yang ditutupi oleh lembaran, karena kacanya pecah akibat ledakan 4 Agustus.

Mereka sudah kehilangan pekerjaan - sebagai pekerja rumah tangga, atau di supermarket atau restoran - tetapi sekarang rumah mereka juga terancam.

"Saya takut tidur di sini," kata pria berusia 22 tahun itu. Dia takut bangunan itu "akan runtuh menimpa mereka".

Ribuan pekerja migran sudah terdampar di Lebanon, setelah berbulan-bulan kekurangan dolar dan kemudian terkena dampak pandemi virus Corona.

Kemudian terjadilah ledakan di pelabuhan Beirut yang menewaskan lebih dari 181 orang dan melukai ribuan orang.

"Saya suka Lebanon, tapi saya tidak ingin tinggal di sini lagi," kata Kebeda. "Tidak ada lagi pekerjaan. Bagaimana saya akan makan?"

Selanjutnya
Halaman
1 2