Dilanda Kebakaran Hutan, Gubernur California Minta Bantuan Internasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2020 18:04 WIB
Firefighters work in the smoke and haze and embers from the Lake Hughes fire in Angeles National Forest on Wednesday, Aug. 12, 2020, north of Santa Clarita, Calif. (AP Photo/Ringo H.W. Chiu)
Foto: AP/Ringo H.W. Chiu
Jakarta -

Beberapa kebakaran hutan terbesar kembali terjadi di negara bagian California, Amerika Serikat, memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka. Gubernur California pun menyerukan bantuan internasional untuk memerangi kobaran api.

Para pejabat setempat mengatakan, sekitar 12.000 sambaran petir melanda seluruh negara bagian dalam 72 jam, memicu kebakaran yang menimbulkan asap tebal, yang menyelimuti sebagian besar wilayah California tengah dan utara.

"Kita belum pernah melihat yang seperti ini selama bertahun-tahun," kata Gubernur California Gavin Newsom seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/8/2020).

Dua titik api terbesar - dijuluki SCU Lightening Complex dan LNU Lightening Complex - telah membakar total sekitar 240.000 hektar dan hampir 500 bangunan.

Pabrik anggur di daerah Napa dan Sonoma yang terkenal, yang masih belum pulih dari kobaran api dalam beberapa tahun terakhir, juga berada di bawah ancaman kebakaran SCU Complex.

Sejauh ini lima orang telah tewas akibat kebakaran hutan ini, dengan empat jasad ditemukan pada hari Kamis (20/8), termasuk tiga jasad dari sebuah rumah yang terbakar di daerah pedesaan di Kabupaten Napa.

Cagar alam juga rusak. Taman Negara Bagian Big Basin Redwoods mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa beberapa bangunan bersejarahnya telah hancur terbakar.

Selanjutnya
Halaman
1 2