Gempa Bumi M 6,7 Guncang Filipina, Warga Panik Berlarian ke Jalan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 10:43 WIB
In this photo provided by the Philippine Red Cross, a toppled house is seen after a quake struck in Cataingan, Masbate province, central Philippines on Tuesday Aug. 18, 2020. A powerful and shallow earthquake struck a central Philippine region Tuesday, prompting people to dash out of homes and offices but there were no immediate reports of injuries or major damage. (John Mark Lalaguna/Philippine National Red Cross via AP)
Gempa bumi kuat di Filipina hancurkan rumah-rumah warga (John Mark Lalaguna/Philippine National Red Cross via AP)
Manila -

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Filipina bagian tengah pada Selasa (18/8) pagi waktu setempat. Gempa berpusat di lautan namun dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (18/8/2020), Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa bumi ini mengguncang wilayah tenggara Pulau Masbate di Bicol, Filipina pada Selasa (18/8) pagi, sekitar pukul 08.03 waktu setempat.

Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC) mencatat bahwa pusat gempa berada di kedalaman 30 kilometer dari permukaan laut. Badan seismologi Filipina menyatakan tidak ada potensi tsunami yang dipicu oleh gempa ini, namun warga diperingatkan akan adanya gempa susulan.

"Kemungkinan gempa susulan yang berkekuatan lebih besar tidak bisa diabaikan," tutur kepala badan seismologi Filipina, Renato Solidum, kepada stasiun radio setempat, dZMM.

Getaran gempa terasa kuat bagi warga yang tinggal di dekat pusat gempa. Salah satunya Rodrigo Gonhuran (30) yang tinggal di kota Cataingan. Dia menyebut bahwa gempa bumi ini merupakan yang terkuat yang pernah dirasakannya di wilayah tersebut.

"Lemari dan barang-barang lainnya di rumah berjatuhan dan dinding rumah tetangga saya retak dan beberapa roboh," ucapnya kepada Reuters.

Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat gempa ini. Namun kerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah.

"Ada banyak rumah yang rusak," sebut Sersan Kepala Antonio Clemente yang juga berada di kota Cataingan, yang berjarak hanya beberapa kilometer dari Laut Samar yang menjadi titik pusat gempa. "(Getaran gempa) Itu sangat kuat," imbuhnya.

Rumah-rumah warga di area pedesaan Filipina banyak terbuat dari material ringan seperti kayu. Warga lokal sempat panik dan berlarian ke jalanan saat gempa mengguncang rumah mereka.

"Terasa kuat, membuat pusing," tutur Kolonel Polisi Eric Dampak yang ada di kota Iloilo, sekitar 400 kilometer sebelah barat daya Masbate. "Nyaris semua orang di dalam gedung bergegas ke jalanan. Hingga sekarang, mereka masih ada di luar," imbuhnya.

(nvc/tor)