Turki Sebut UEA Munafik karena Normalisasi Hubungan dengan Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 16:49 WIB
A police officer stands next to damaged cars at the police headquarters in Ankara, Turkey, July 18, 2016. REUTERS/Osman Orsal
Ilustrasi (Reuters)
Ankara -

Otoritas Turki memberikan reaksi keras terhadap perjanjian damai antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel. Turki menyatakan bahwa sejarah tidak akan melupakan dan tidak akan pernah memaafkan 'perilaku munafik' UEA dalam menyepakati normalisasi hubungan dengan Israel.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (14/8/2020), Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa rakyat dan pemerintah Palestina sudah benar untuk bereaksi keras terhadap perjanjian damai antara UEA dan Israel itu.

"Sejarah dan hati nurani rakyat di kawasan tersebut tidak akan melupakan dan tidak akan pernah memaafkan perilaku munafik UEA, yang mengkhianati perjuangan Palestina demi kepentingan yang dangkal," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

"Sangat mengkhawatirkan bahwa UEA, dengan tindakan sepihak, berupaya dan menghilangkan Rencana Perdamaian Arab (2002) yang diupayakan Liga Arab. Tidak sedikitpun deklarasi tiga arah ini ditampilkan mendukung perjuangan Palestina," imbuh pernyataan itu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertindak sebagai penengah dalam tercapainya kesepakatan ini. Dalam perjanjian damai ini, UEA dan Israel sepakat menormalisasi hubungan diplomatik dan menjalin hubungan baru yang lebih luas. Tidak hanya itu, Israel juga sepakat menangguhkan sementara rencana pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat.

UEA, Israel dan AS menyebut perjanjian damai ini 'bersejarah' dan menjadi terobosan menuju perdamaian. Namun para pemimpin Palestina, yang terkejut oleh kesepakatan ini, mengecamnya dengan keras dan menyebutnya sebagai 'tikaman di punggung' bagi perjuangan Palestina.

Diketahui bahwa kebanyakan negara Arab tidak mengakui Israel dan tidak menjalin hubungan diplomatik maupun ekonomi dengan negara Yahudi itu. UEA menjadi negara Teluk Arab pertama, dan negara Arab ketiga, yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, setelah Mesir dan Yordania.

Turki sendiri memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Israel, namun hubungan itu menjadi tegang selama bertahun-tahun. Tahun 2010 lalu, komando Israel menewaskan 10 aktivis Turki yang berupaya melanggar blokade Israel atas Jalur Gaza untuk mengantarkan bantuan.

Tonton video 'Perjanjian Damai Israel-UEA, Perjuangan Palestina Ditusuk Dari Belakang':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)