Raja Salman Tiba di Megacity Laut Merah Usai Operasi Kantong Empedu

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 16:53 WIB
FILE - In this Dec.10, 2019, file photo, Saudi King Salman talks during the 40th Gulf Cooperation Council Summit in Riyadh, Saudi Arabia. Saudi Arabias King Salman was discharged from a hospital in the capital, Riyadh, after more than a week following surgery to remove his gall bladder, the Royal Court said in a statement late Thursday, July 30, 2020. (AP Photo/Amr Nabil, File)
Raja Salman (AP Photo/Amr Nabil, File)
Riyadh -

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dilaporkan tengah 'beristirahat dan memulihkan diri' usai menjalani operasi kantong empedu beberapa waktu lalu. Otoritas Saudi memberitakan bahwa Raja Salman beristirahat di megacity NEOM yang ada di kawasan Laut Merah.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/8/2020), Kerajaan Saudi menyampaikan informasi terbaru soal aktivitas Raja Salman dalam upaya menangkal spekulasi soal kondisi Raja Saudi berusia 84 tahun terakhir.

"Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman, tiba di NEOM, di mana beliau akan menghabiskan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri," demikian pernyataan singkat kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

Televisi nasional Saudi menayangkan momen saat Raja Salman berdiri di atas eskalator saat menuruni pesawat dan kemudian tiba dengan konvoi mobil di lokasi yang diyakini Istana Kerajaan Saudi di NEOM, sebuah kawasan di barat laut Saudi yang tengah dalam pengembangan besar-besaran.

Raja Salman diketahui diizinkan pulang dari Rumah Sakit King Faisal pada 30 Juli lalu, setelah dirawat selama 10 hari usai menjalani operasi laparoscopic untuk mengangkat kantong empedu.

Dalam upaya yang diduga untuk mementahkan rumor soal kondisi kesehatan Raja Salman, sebuah video yang dirilis media nasional Saudi menunjukkan momen saat Raja Salman memimpin rapat kabinet secara virtual dari rumah sakit. Tergolong jarang bagi Kerajaan Saudi yang biasanya dipenuhi kerahasiaan, untuk melaporkan secara terang-terangan kondisi kesehatan rajanya.

Megacity NEOM yang dipilih sebagai tempat istirahat Raja Salman merupakan proyek kota baru senilai US$ 500 miliar yang benar-benar dibangun dari awal di sepanjang kawasan pantai barat Saudi. Awal tahun ini, terjadi pemberontakan langka di kawasan tersebut usai seorang anggota suku setempat ditembak mati oleh pasukan keamanan Saudi. Sang anggota suku itu dilaporkan menolak untuk menyerahkan tanahnya untuk proyek tersebut.

(nvc/ita)