Brasil Ikut Produksi Vaksin Corona Buatan Rusia Mulai 2021

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 12:44 WIB
In this handout photo taken on Thursday, Aug. 6, 2020, and provided by Russian Direct Investment Fund, a new vaccine is on display at the Nikolai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology in Moscow, Russia. Russia on Tuesday, Aug. 11 became the first country to approve a coronavirus vaccine for use in tens of thousands of its citizens despite international skepticism about injections that have not completed clinical trials and were studied in only dozens of people for less than two months. (Alexander Zemlianichenko Jr/ Russian Direct Investment Fund via AP)
Ilustrasi (AP/Alexander Zemlianichenko Jr)
Brasilia -

Sebuah institut teknologi Brasil menyatakan akan ikut memproduksi vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Rusia, Sputnik V, yang kontroversial. Produksi massal vaksin Corona buatan Rusia itu di Brasil akan dimulai pada paruh kedua tahun 2021 mendatang.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (13/8/2020), hal itu disampaikan ke publik setelah Institut Teknologi Parana atau Tecpar, yang ada di negara bagian Parana, menandatangani MoU dengan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) soal produksi vaksin Corona itu.

Tecpar menyatakan bahwa pihaknya mungkin akan mengimpor vaksin lebih awal dari masa produksi, jika regulator kesehatan federal Braisl, Anvisa, mengizinkan.

Dalam pernyataan dari Moskow, RDIF menyatakan bahwa tujuan dari perjanjian kerja sama itu adalah 'mengatur produksi vaksin Sputnik V dan distribusinya di Brasil dan negara-negara Amerika Latin lainnya'.

Otoritas Rusia diketahui membanggakan vaksin Sputnik V sebagai vaksin Corona pertama di dunia yang terdaftar secara resmi. Meskipun para pakar meragukan keamanan vaksin buatan Rusia yang akan dilepas ke publik, sementara perusahaan farmasi lainnya masih melakukan uji coba massal.

Pakar kesehatan Brasil dan mantan pejabat regulasi senior mengungkapkan kekhawatiran mereka soal keamanan vaksin buatan Rusia, yang diketahui belum lolos uji coba massal yang wajib dilakukan sebelum vaksin diproduksi dan dilepas ke masyarakat.

Dalam konferensi pers, Direktur Tecpar, Jorge Callado, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu Rusia mengirimkan hasil uji coba vaksin fase 1 dan fase 2. Dia juga menekankan pihak Tecpar memahami bahwa Rusia masih melakukan uji coba fase 3.

Ditambahkan Callado bahwa Tecpar kemungkinan akan berpartisipasi dalam uji coba fase 3, jika mendapat izin dari Anvisa.

Selanjutnya
Halaman
1 2