Australia Catat Hari Paling Mematikan dari Pandemi Virus Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 13:45 WIB
Medical workers staff a drive-through COVID-19 testing site located in a shopping centre carpark in Melbourne on June 23, 2020. - Australians were warned on June 22 to avoid travelling to Melbourne, as the countrys second biggest city tightened coronavirus restrictions amid fears of a second wave of the epidemic. (Photo by William WEST / AFP)
Foto: AFP/WILLIAM WEST
Melbourne -

Australia mencatat hari paling mematikan dari pandemi COVID-19 pada Rabu (12/8) ini, juga kenaikan harian terbesar jumlah infeksi virus Corona dalam tiga hari.

Negara bagian Victoria melaporkan 21 kematian - lebih banyak dari hari-hari paling mematikan sebelumnya awal pekan ini - dan 410 kasus baru dalam 24 jam terakhir, mengakhiri tiga hari berturut-turut dengan jumlah infeksi baru di bawah 400 kasus.

Sekelompok kasus infeksi Corona di Melbourne, ibu kota Victoria dan kota terbesar kedua di Australia, memaksa pihak berwenang pekan lalu untuk memberlakukan jam malam, memperketat pembatasan pada pergerakan harian masyarakat, dan memerintahkan sebagian besar ekonomi negara untuk tutup.

Angka nasional selama 24 jam terakhir belum dirilis tetapi di luar dua negara bagian terbesar di Victoria dan New South Wales (NSW), virus tersebut telah secara efektif dibasmi.

Pihak berwenang di NSW sedang berusaha melacak infeksi yang terkait dengan kelompok baru di sebuah sekolah di Sydney, yang telah menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran komunitas yang lebih luas daripada yang diketahui sebelumnya di negara bagian terpadat di Australia itu.

Sejauh ini Australia telah melaporkan lebih dari 22.000 infeksi kasus Corona dan 352 kematian akibat virus tersebut.

(ita/ita)