Kemenkes: Sudah Ada 802 Klaster Corona yang Ditracing

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 14:52 WIB
Poster
Foto ilustrasi Corona: Edi Wahyono
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan saat ini ada 802 klaster penyebaran Corona (COVID-19) di Indonesia. Kemenkes mengatakan klaster ini ditracing setiap hari menggunakan big data yang dimiliki Kemenkes.

"Tracing kita terhadap klaster-klaster di Indonesia sekarang sudah ada 802 klaster, yang terakhir ini data 8 juli di RSUD Sultan Sulaiman Serdang Bedagai ya, jadi ini yang terbesarnya masih Secapa Polri ya, saya nggak hafal semua, jadi kita men-tracing klaster-klaster terbaru setiap harinya menggunakan big data," ujar Staf Khusus Menkes, dr Mariya Mubarika di diskusi virtual bertajuk 'Jalan Menemukan Penyembuh Covid-19: Membangun Optimisme Tanpa Hoaks' yang disiarkan live, Minggu (9/8/2020).

Mariya mengungkapkan meski kasus Corona di Indonesia terus bertambah, namun orang yang dirawat di rumah sakit saat ini sedikit. Dia menyebut dalam kurun waktu tiga bulan sejak Juni-Agustus ini ada 17 ribu pasien Corona.

"Di Indonesia, saya masukan data dari rumah sakit online kira-kira 8 Agustus kemarin, jadi dari ruang isolasi dan ICU kita masih banyak ya, walaupun kasus kita meningkat tinggi tapi yang dirawat di RS tidak tinggi, nah dalam 3 bulan juga Juni, Juli Agustus kasus yang dirawat 17 ribuan, walaupun kasus terakhir yang positif itu sangat banyak," jelasnya.

Menurut Mariya pandemi Corona adalah sebuah seleksi alam yang kerap terjadi dalam beberapa rentang waktu tertentu. Dia mengatakan saat ini Indonesia juga berhasil mengendalikan seleksi alam ini, karena berhasil menekan angka kematian akibat Corona.

"Kita berhasil menekan angka kematian, sekarang di Indonesia sekitar 4,5 persen ya, apresiasi saya kepada teman-teman dokter Indonesia, kalau kita lihat kasus naik terus, kemudian kematian ditekan, ini juga mungkin suatu keberhasilan kita mengendalikan seleksi alam ya. Jadi walaupun kasus naik, tapi kematian kita bisa tekan dengan baik," tutur Mariya.

Tonton video 'Soal Uji Klinis Vaksin Corona, Bio Farma: Bukan Kelinci Percobaan':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/knv)