AS Catat 2.060 Kematian Akibat Corona Sehari, Tertinggi dalam 3 Bulan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 10:35 WIB
Medical workers staff a drive-through COVID-19 testing site located in a shopping centre carpark in Melbourne on June 23, 2020. - Australians were warned on June 22 to avoid travelling to Melbourne, as the countrys second biggest city tightened coronavirus restrictions amid fears of a second wave of the epidemic. (Photo by William WEST / AFP)
Foto: Corona di AS (AFP/WILLIAM WEST)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) telah mencatat lebih dari 2.000 kematian akibat virus Corona dalam sehari. Jumlah kematian harian ini adalah yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Seperti dilansir AFP, Jumat (7/8/2020) AS, yang telah mengalami kebangkitan besar virus Corona sejak akhir Juni, menambahkan 2.060 kematian dalam satu hari menurut penghitungan real-time Universitas Johns Hopkins (JHU) pada Kamis (6/7).

Selain itu, ada lebih dari 58.000 kasus baru sebagaimana yang dicatat JHU pada Kamis (6/8) pukul 20.30 waktu setempat.

Terakhir kali AS mencatat lebih dari 2.000 kematian dalam sehari adalah pada 7 Mei lalu.

Sebelumnya, Presiden Amerika Donald Trump memastikan pihaknya akan memproduksi massal vaksin virus Corona segera. Trump optimis vaksin akan diproduksi sebelum pemilu Presiden Amerika pada 3 November yang akan datang.

"Saya pikir dalam beberapa hal memungkinkan, ya, mungkin bisa juga sebelumnya. Tetapi sekitar tanggal itu," kata Trump seperti dilansir AFP, Jumat (7/8/2020).

Sementara itu, pejabat pemerintah Amerika dalam penanganan Corona lainnya, Anthony Fauci memastikan vaksin Corona akan diproduksi paling lambat awal 2021. Saat ini, pihak pemerintah Amerika masih memastikan keamanan vaksin yang diproduksinya.

Tonton video 'Amerika Serikat Harus Pertimbangkan Hal Ini Bila Menarik Diri dari WHO':

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/ita)