Sidang Remaja AS Peretas Akun Twitter Diganggu Video Porno

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 18:42 WIB
kejahatan cyber
Ilustrasi (Internet)
Tampa -

Persidangan remaja Amerika Serikat (AS) yang didakwa menjadi dalang utama di balik peretasan akun-akun Twitter milik tokoh terkemuka beberapa waktu lalu, diganggu oleh suara musik dan video porno. Sidang ini digelar secara virtual melalui aplikasi video-conference Zoom.

Seperti dilansir AFP, Kamis (6/8/2020), agenda sidang yang digelar pada Rabu (5/8) waktu setempat adalah membahas pengurangan ketentuan jaminan bagi remaja berusia 17 tahun, yang identitasnya dirahasiakan dari publik karena masih di bawah umur. Remaja ini ditangkap pada Jumat (31/7) pekan lalu.

Remaja ini didakwa menjadi dalang utama atau mastermind di balik peretasan sedikitnya 130 akun Twitter, termasuk milik para tokoh terkemuka seperti Barack Obama, Joe Biden dan Elon Musk, pada pertengahan Juli lalu. Peretasan ini berkedok penipuan Bitcoin.

Penahanan terhadap remaja ini ditetapkan dengan besar uang jaminan mencapai US$ 725 ribu. Dalam persidangan, pihak pengacara terdakwa mengajukan permohonan pengurangan besaran uang jaminan itu.

Namun, seperti dilaporkan media lokal, Tampa Bay Times, proses persidangan diganggu dengan adanya suara musik, suara jeritan dan video porno. Gangguan-gangguan itu cukup sering terjadi, hingga akhirnya hakim Christopher Nash memutuskan menunda persidangan untuk sesaat.

Saat sidang kembali dilanjutkan secara virtual via Zoom, gangguan kembali muncul. Gangguan-gangguan ini diduga ulah para peretas lainnya yang ingin mengganggu jalannya persidangan.

Salah satu gangguan yang terjadi adalah username pihak-pihak yang hadir dalam sidang virtual ini disamarkan sebagai organisasi dan media terkemuka seperti CNN dan BBC. Pada akhir persidangan, hakim Nash menetapkan tidak akan mengurangi besar uang jaminan untuk terdakwa.

Dalam kasus ini, terdakwa ditangkap bersama dua orang lainnya, yang berusia 19 tahun dan 22 tahun, yang tinggal di Inggris. Mereka didakwa atas penipuan siber.

Tonton video 'China Anggap Amerika Serikat Sangat 'Kotor'':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)