Ledakan di Lebanon, Pejabat Pelabuhan Beirut Jadi Tahanan Rumah

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 23:31 WIB
Upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) masih terus dilakukan oleh petugas darurat setempat. Korban tewas saat ini melebihi 100 orang.
Ledakan di Lebanon (Foto: AP Photo)
Beirut -

Pejabat pelabuhan Beirut yang mengawasi penyimpanan amonium nitrat sejak 2014 ditetapkan sebagai tahanan rumah setelah ledakan dahsyat mengguncang Lebanon. Para pejabat tersebut menjadi tahanan rumah sampai ditemukan pihak yang bertanggungjawab atas ledakan tersebut.

Dilansir Reuters dan AFP, Rabu (5/8/2020), tidak jelas berapa pejabat yang akan ditetapkan sebagai tahanan rumah tersebut. Tentara diberi kewenangan untuk mengawasi para pejabat tahanan rumah.

Sementara itu, pemerintah Lebanon mengumumkan keadaan darurat selama dua minggu.

"Kami menyerukan kepemimpinan militer untuk memberlakukan tahanan rumah pada semua orang yang mengorganisir penyimpanan amonium nitrat," kata Menteri Informasi Manal Abdel Samad.

Korban tewas akibat ledakan di Lebanon bertambah menjadi 113 orang. Selain itu, 4.000 orang juga dilaporkan terluka.

Tim SAR saat ini masih melakukan upaya penyelamatan terhadap sejumlah orang yang masih hilang.

(knv/azr)