Round-Up

Kuil Hindu di Tanah Sengketa Antarkan Kritik untuk PM India

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 20:07 WIB
Illuminated city of Ayodhya is seen ahead of the groundbreaking ceremony of a temple to the Hindu god Ram in Ayodhya, in the Indian state of Uttar Pradesh, Monday, Aug. 3, 2020. As Hindus prepare to celebrate the groundbreaking of a long-awaited temple at a disputed ground in northern India, Muslims say they have no firm plans yet to build a new mosque at an alternative site they were granted to replace the one torn down by Hindu hard-liners decades ago. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)
Foto: PM India Narendra Modi akan resmikan kuil hindu di tanah sengketa (AP/Rajesh Kumar Singh)

Umat Hindu yang taat percaya bahwa Lord Ram, dewa pejuang, lahir di sana sekitar 7.000 tahun yang lalu, namun sebuah masjid dibangun di atas tempat kelahirannya pada abad ke-16.

Pada 1980-an, sebuah gerakan Hindu mulai membuat agitasi agar masjid dihilangkan dan pada 1992, massa menghancurkannya dengan sekop, kapak, dan tangan kosong. Insiden ini memicu kerusuhan agama yang menewaskan 2.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah Muslim.

Pertempuran hukum soal sengketa ini berlangsung lama, tetapi pada bulan November, dalam kemenangan besar bagi BJP, pengadilan tinggi India memberikan situs tersebut kepada umat Hindu, sehingga memungkinkan sebuah kuil bisa dibangun.

"Ini adalah pencapaian besar bagi (Modi). Dia akan membuat posisinya secara permanen dalam sejarah semata-mata pada kekuatan kuil ini," kata penulis biografi Nilanjan Mukhopadhyay kepada AFP.

Halaman

(rdp/aik)