13 Fakta Ledakan Dahsyat di Lebanon Sejauh Ini

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 10:34 WIB
Dua ledakan besar mengguncang area pelabuhan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat. Selain menghancurkan jendela gedung, ledakan ini juga merusak sejumlah mobil.
Situasi di Beirut, Lebanon usai ledakan besar mengguncang (AP Photo/Hassan Ammar)
Beirut -

Ledakan besar mengguncang Beirut, Lebanon. Tercatat 78 orang meninggal dunia dan ribuan orang lainnya mengalami luka-luka.

Ledakan terjadi di area pelabuhan pada Selasa 4 Agustus 2020. Ledakan besar itu membentuk seperti awan jamur dan merusak bangunan di pelabuhan.

Sumber penyebab ledakan itu masih diselidiki. Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, bersumpah akan mencari siapa orang yang membuat ledakan ini.

Berikut Fakta Ledakan Dahsyat di Lebanon Sejauh Ini:

1. Ledakan di Lebanon Terjadi Dua Kali

Ledakan besar yang mengguncang Beirut, Lebanon, terdengar terjadi dua kali.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (4/8/2020), sumber keamanan mengonfirmasi bahwa dua ledakan mengguncang area pelabuhan Beirut sehingga menyebabkan puluhan orang terluka.

Ledakan kedua memicu bola api raksasa berwarna oranye ke langit Beirut pada (4/8) waktu setempat, yang diikuti gelombang kejut seperti angin tornado yang meratakan area pelabuhan dan menyapu kota Beirut, bahkan memecahkan kaca di lokasi berjarak beberapa kilometer.

Ledakan itu sangat besar hingga mengguncang seluruh kota Beirut dan suara ledakan dilaporkan terdengar di seluruh negara tersebut. Getaran akibat ledakan ini bahkan terasa hingga ke Nikosia, ibu kota dari negara kepulauan Siprus, yang berjarak 240 kilometer jauhnya.

Penyebab ledakan hingga kini belum diketahui.

2. PM Lebanon: Ada 2.750 Ton Amonium Nitrat di Lokasi Ledakan

Perdana Menteri (PM) Lebanon, Hassan Diab, mengatakan ada sekitar 2.750 ton amonium nitrat tersimpan di gudang lokasi ledakan.

Hassan menyebut pengiriman bahan pemicu ledakan itu tersimpan di gudang selama 6 tahun.

"Tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton amonium nitrat telah ada selama enam tahun di sebuah gudang, tanpa mengambil langkah-langkah pencegahan," kata Diab pada pertemuan dewan pertahanan, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/8/2020).

"Itu tidak bisa diterima dan kita tidak bisa diam tentang masalah ini."

Amonium nitrat adalah suatu senyawa kimia. Penggunaan amonium nitrat adalah sebagai komponen campuran peledak yang digunakan dalam konstruksi pertambangan, penggalian, dan konstruksi sipil.

3. PM Lebanon: Yang Bertanggung Jawab Atas Bencana Ini Akan Bayar Harganya

Perdana Menteri (PM) Lebanon Hassan Diab berjanji mengusut ledakan besar di Lebanon.

Dia bersumpah bahwa mereka yang bertanggung jawab atas dua ledakan hebat di Beirut yang menewaskan puluhan orang dan melukai ribuan lainnya, akan dimintai pertanggungjawaban.

Hassan mengatakan yang bertanggung jawab atas ledakan besar itu untuk membayar harganya.

"Apa yang terjadi hari ini tidak akan berlalu tanpa pertanggungjawaban. Mereka yang bertanggung jawab atas bencana ini akan membayar harganya," kata Hassan Diab dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti yang dilansir AFP, Rabu (4/8/2020).

Diab juga meminta bantuan internasional untuk membantu Lebanon yang sudah terperosok dalam krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade.

Seorang pejabat keamanan senior Lebanon mengatakan sebelumnya bahwa ledakan yang mengguncang seluruh Beirut bisa disebabkan oleh "bahan peledak" yang disita dan disimpan di gudang "selama bertahun-tahun".

Diab dalam pidatonya menjanjikan pengumuman tentang "gudang berbahaya ini yang telah ada selama enam tahun, sejak 2014".

4. 78 Orang Tewas, 4.000 Orang Luka

Ledakan besar di Lebanon memakan korban jiwa. Kementerian Kesehatan Lebanon mengkonfirmasi total saat ini korban tewas akibat ledakan besar itu berjumlah 78 orang.

"Banyak orang hilang saat ini. Mereka bertanya ke departemen darurat tentang orang-orang yang mereka cintai, ini sulit untuk mencari di malam hari karena tidak ada listrik. Kami menghadapi bencana nyata dan perlu waktu untuk menilai tingkat kerusakan," ujar Menkes Beirut, Hamad Hassan kepada Reuters, dilansir CNN, Rabu (5/8/2020).

Jumlah korban luka saat ini hampir sekitar 4.000. Namun, Hassan belum menjelaskan secara rinci ada penambahan atau tidak, karena sebelumnya diberitakan sebanyak 3.700 orang luka-luka akibat ledakan besar ini.

5. Satu WNI Terluka

Satu orang warga negara Indonesia (WNI) diketahui mengalami luka-luka akibat ledakan besar di Lebanon.

"Ada 1 WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE)," kata Juru Bicara Teuku Faizasyah, kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Faizasyah mengetakan staf KBRI Beirut sudah melalukan komunikasi dengan WNI tersebut.

WNI sudah mengalami perawatan di rumah sakit dan saat ini dalam kondisi stabil dan diizinkan pulang dari rumah sakit.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3