PM Lebanon: 2.750 Ton Amonium Nitrat Ada di Lokasi Ledakan Beirut

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 06:46 WIB
EDITORS NOTE: Graphic content / A helicopter puts out a fire at the scene of an explosion at the port of Lebanons capital Beirut on August 4, 2020. (Photo by STR / AFP)
Foto: Ledakan besar di Beirut, Lebanon (AFP/STR)
Beirut -

Perdana Menteri (PM) Lebanon, Hassan Diab, mengatakan ada sekitar 2.750 ton amonium nitrat tersimpan di gudang lokasi ledakan besar Beirut. Hassan menyebut pengiriman bahan pemicu ledakan itu tersimpan di gudang selama 6 tahun.

"Tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton amonium nitrat telah ada selama enam tahun di sebuah gudang, tanpa mengambil langkah-langkah pencegahan," kata Diab pada pertemuan dewan pertahanan, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/8/2020).

"Itu tidak bisa diterima dan kita tidak bisa diam tentang masalah ini."

Amonium nitrat adalah suatu senyawa kimia. Penggunaan amonium nitrat adalah sebagai komponen campuran peledak yang digunakan dalam konstruksi pertambangan, penggalian, dan konstruksi sipil.

Sebelumnya diberitakan sebuah ledakan besar mengguncang Beirut, Lebanon. Ledakan menggetarkan gedung-gedung, menghancurkan jendela-jendela, dan menimbulkan kepulan asap besar ke langit.

Ledakan besar itu terasa hingga ke Siprus. Jarak Lebanon ke Siprus cukup jauh hingga ratusan mil.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengkonfirmasi data baru korban tewas ledakan besar yang terjadi di Beirut. Total saat ini korban tewas akibat ledakan besar itu berjumlah 78 orang.

Tonton video 'Saksi: Ledakan di Lebanon Bikin Tuli Sesaat':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/zap)