Duterte Ancam Akan Bunuh Semua Pasien Corona, Kenapa?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 14:46 WIB
Rodrigo Duterte: Saya tidak bercanda- bersihkan masker dengan bensin
Foto: Presiden Filipina Rodrigo Duterte (BBC World)

Tidak jelas bagaimana Duterte merujuk pada subjek revolusi, karena pernyataan dari para dokter tidak menyebutkan hal itu.

Sebelumnya, seperti dilansir Associated Press dan Reuters, Senin (3/8/2020), juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, menuturkan bahwa lockdown lebih ketat atau yang disebut 'Modified Enhanced Community Quarantine' (MECQ) akan diterapkan di ibu kota Manila dan provinsi sekitarnya, seperti Laguna, Caviet, Rizal dan Bulacan.

Saat ini Manila berada dalam status Karantina Masyarakat Umum yang tidak terlalu membatasi pergerakan warga. Roque menyatakan bahwa lockdown lebih ketat akan diberlakukan selama dua pekan, yakni mulai Selasa (4/8) waktu setempat hingga 18 Agustus mendatang.

Transportasi umum di area Manila dan sekitarnya juga akan dihentikan sementara dan hanya perjalanan esensial yang diperbolehkan. Sejumlah aktivitas bisnis juga akan ditutup sementara selama lockdown lebih ketat diberlakukan di ibu kota Filipina tersebut dan sekitarnya.

Otoritas Filipina berniat untuk kembali membatasi pergerakan warga, dengan surat izin bekerja dan surat jalan saat karantina diperlukan bagi mereka yang beraktivitas di luar rumah selama lockdown diterapkan.

Halaman

(rdp/ita)