Tentara Afghanistan dan ISIS Baku Tembak di Penjara, 24 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 15:46 WIB
An Afghan policeman blocks a road near the Park Place guesthouse in Kabul on May 13, 2015 after gunmen stormed the place ahead of a planned concert, Afghan officials said, with people believed trapped inside and several casualties feared.. No group immediately claimed responsibility for the attack on the Park Place guesthouse in downtown Kabul, but the assault comes as the Taliban -- who have attacked such guesthouses in the past -- press their annual spring offensive. AFP PHOTO / SHAH MARAI
Ilustrasi (Shah Marai/AFP)
Kabul -

Baku tembak terjadi antara pasukan keamanan Afghanistan dengan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di sebuah penjara di kota Jalalabad, Afghanistan. Sedikitnya 24 orang tewas dalam baku tembak ini.

Seperti dilansir Reuters, Senin (3/8/2020), militan ISIS awalnya menyerang sebuah penjara di kota Jalalabad pada Minggu (2/8) malam, yang memicu jailbreak massal atau kaburnya para narapidana secara besar-besaran. Serangan ini diawali dengan peledakan bom mobil di pintu masuk penjara.

Sejumlah ledakan lainnya terdengar dari lokasi saat militan ISIS melepas tembakan ke arah petugas keamanan yang menjaga penjara yang dihuni 2 ribu narapidana tersebut. Menurut anggota parlemen Nangarhar, Sohrab Qaderi, sedikitnya ada 30 militan ISIS yang terlibat dalam penyerangan penjara itu.

Secara terpisah, juru bicara Gubernur Nangarhar, Attaullah Khugyani, menyebut tiga militan ISIS tewas dalam serangan awal dan saat baku tembak pada Minggu (2/8) malam. Sekitar 21 warga sipil dan personel pasukan keamanan Afghanistan, sebut Khugyani, tewas dalam baku tembak pada Senin (3/8) waktu setempat.

Sedikitnya 43 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang sama.

Tidak disebutkan lebih lanjut jumlah total narapidana yang kabur dari penjara setelah ISIS melakukan serangan. Namun Qaderi menyatakan bahwa kepolisian setempat mengerahkan para personelnya untuk menangkap kembali narapidana yang kabur.

Hingga Senin (3/8) siang, sebut Qaderi, sudah 1.000 narapidana yang ditangkap kembali. Tidak disebutkan jumlah narapidana yang masih buron.

Dampak dari serangan ISIS dan baku tembak mematikan ini, seluruh wilayah kota Jalalabad kini berada dalam lockdown. "Seluruh kota Jalalabad kini ada di bawah jam malam, pertokoan tutup. Jalalabad sepenuhnya kosong," sebut Qaderi.

ISIS dalam pernyataannya mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap penjara di Jalalabad tersebut. Serangan itu diketahui terjadi sehari setelah badan intelijen Afghanistan mengumumkan tewasnya seorang komandan senior ISIS di dekat Jalalabad, yang merupakan ibu kota Provinsi Nangarhar.

Laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada bulan lalu memperkirakan bahwa sekitar 2.200 militan ISIS kini ada di Afghanistan. Disebutkan juga bahwa meskipun ISIS telah kehilangan wilayah dan kepemimpinannya menyusut, kelompok radikal ini masih mampu melancarkan serangan mematikan.

(nvc/ita)