Trump Usul Pilpres AS Ditunda, Partai Demokrat-Republik Kecam Keras

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 12:11 WIB
WASHINGTON, DC - JULY 21: U.S. President Donald Trump talks to holds up his face mask during a press conference in the Brady Press Briefing Room at the White House July 21, 2020 in Washington, DC. Trump focused on his administrations handling of the global coronavirus pandemic. Poll numbers about his handling of COVID-19 have been falling as cases of deadly virus have spiked across the country.   Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Presiden AS Donald Trump (Foto: Chip Somodevilla/Getty Images/AFP)
Washington -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan usulan untuk menunda pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar pada November tahun ini. Usulan yang belum pernah terjadinya sebelumnya ini memicu kecaman lintas partai dan hampir tidak memiliki peluang untuk diterima.

Trump, yang akan menghadapi capres dari Partai Demokrat, Joe Biden pada 3 November mendatang, tidak memiliki kewenangan konstitusional untuk mengubah tanggal pilpres, yang ditetapkan oleh hukum. Hasil polling-polling yang dilakukan saat ini menunjukkan Biden unggul atas Trump.

Alasan Trump untuk menunda pemilihan adalah klaimnya, yang tidak didukung oleh bukti, bahwa penggunaan besar-besaran dari pemilihan melalui surat sebagai cara untuk melindungi pemilih selama pandemi virus Corona, akan menyebabkan penipuan massal.

Pemungutan suara melalui surat akan menjadikannya sebagai "Pemilu yang paling tidak AKURAT & PENIPUAN dalam sejarah. Ini akan sangat memalukan bagi AS," katanya dalam postingan di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (31/7/2020).

"Tunda Pemilu sampai orang-orang dapat memilih dengan benar dan aman ???" tanya Trump dalam cuitannya.

Kemudian pada konferensi pers, Trump kembali berusaha untuk meragukan pemilihan nanti.

"Apakah saya ingin melihat perubahan tanggal? Tidak. Tapi saya tidak ingin melihat pemilu yang tak jujur. Pemilihan ini akan menjadi pemilu paling curang dalam sejarah jika itu terjadi," katanya.

Gagasan Trump itu menuai kecaman Partai Demokrat dan partainya sendiri, Republik. "Ancaman Trump tidak lebih dari upaya putus asa untuk mengalihkan perhatian," kata Komite Nasional Demokrat dalam sebuah pernyataan.

"Trump dapat men-tweet semua yang dia inginkan, tetapi kenyataannya dia tidak dapat menunda pemilihan, dan pada bulan November, para pemilih akan meminta pertanggungjawabannya," demikian disampaikan.

Tonton video 'Trump Usul Tunda Pemilu Presiden AS':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2