Pesanan Jet Tempur dari Prancis Tiba, India Kirim Peringatan Ini ke China

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 10:55 WIB
A French Dassault Rafale multirole combat aircraft performs during the Aero India 2011 inauguration day at the Yelhanka Air Force station in Bangalore on February 9, 2011. Global aeronautical companies laid out their stalls February 9 in one of the worlds hottest aviation markets, looking for a share of billions of dollars in Indian military and civilian contracts. AFP PHOTO/Dibyangshu SARKAR (Photo by Dibyangshu SARKAR / AFP)
Ilustrasi -- Jet tempur Rafale yang dibeli India dari Prancis (AFP/DIBYANGSHU SARKAR)
New Delhi -

Lima jet tempur Rafale yang dibeli dari Prancis seharga miliaran dolar Amerika telah tiba di India, pekan ini. Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, memanfaatkan kedatangan jet-jet tempur ini untuk memberikan peringatan kepada China terkait ketegangan wilayah.

Seperti dilansir AFP, Kamis (30/7/2020), lima jet tempur Rafale itu merupakan kelompok pertama yang tiba di India. Kedatangan lima jet tempur ini mendapatkan penghormatan dengan meriam air saat mendarat di Pangkalan Udara Ambala, Haryana.

India diketahui membeli total 36 jet tempur Rafale dari Prancis dalam kesepakatan senilai US$ 9,4 miliar. Semuanya dijadwalkan akan diantarkan ke India hingga akhir tahun 2021 mendatang.

Dalam pernyataan via Twitter, Singh menyebut bahwa kedatangan jet tempur Rafale ini menandai 'dimulainya era baru dalam sejarah militer kita'.

Ditegaskan Singh bahwa jet-jet tempur Rafale ini akan menjadikan Angkatan Udara India 'lebih kuat dalam menangkal setiap ancaman yang mungkin muncul terhadap negara kita'.

"Jika ada pihak yang harus khawatir atau kritis soal kemampuan baru dari Angkatan Udara India, itu pasti pihak-pihak yang ingin mengancam integritas wilayah kita," tegas Singh dalam pernyataannya. Dia tidak menyebut China secara langsung, namun media-media dan para pengamat menilai komentarnya jelas ditujukan untuk China.

India dan China diketahui tengah dalam masa kebuntuan selama enak pekan terakhir terkait konflik di perbatasan Himalaya yang menjadi sengketa. Perundingan sempat digelar usai bentrokan berdarah di perbatasan itu beberapa waktu lalu, menewaskan 20 tentara India dan dilaporkan juga memicu korban jiwa dari pihak China. Kedua negara saling menyalahkan atas bentrokan berdarah di wilayah Ladakh, Himalaya tersebut.

Tonton video 'Manuver Jet Tempur Amerika Serikat, Iran Sebut Aksi Teror Baru':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)