Jerman Wajibkan Tes Corona untuk Traveler yang Kembali dari Daerah Berisiko

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 01:26 WIB
A healthcare worker gives a Covid-19 test to a medical staff near Halyk Arena in Almaty, on July 5, 2020 as Kazakhstan imposed a second round of nationwide restrictions to counter a huge surge in coronavirus cases since the previous lockdown that has overwhelmed the oil-rich countrys healthcare system. - Shopping centres, gyms, swimming pools, hairdressers and beauty salons have all shut their doors for a fresh lockdown of two weeks that authorities may choose to extend. (Photo by Ruslan PRYANIKOV / AFP)
Foto: Ilustrasi (AFP/RUSLAN PRYANIKOV)
Berlin -

Jerman akan membuat tes virus Corona (COVID-19) wajib untuk traveler yang kembali dari daerah berisiko. Menteri Kesehatan Jens Spahn mengkhawatirkan meningkatnya jumlah kasus Corona dari liburan musim panas dan wabah lokal.

"Kita harus mencegah para traveler yang kembali untuk menginfeksi orang lain tanpa disadari dan dengan demikian memicu rantai infeksi baru. Karena itu saya akan memesan pengujian wajib bagi para traveler dari area berisiko," tulis Spahn, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (27/7/2020).

Peraturan ini akan mulai berlaku mulai minggu depan. Tes virus Corona bagi traveler yang kembali dari daerah berisiko akan gratis.

Perdebatan seputar tes virus Corona semakin intensif selama akhir pekan setelah 16 negara bagian Jerman sepakat pada hari Jumat lalu untuk tes gratis bagi semua traveler yang kembali, namun berhenti membuat tes wajib.

Setelah pertemuan dengan pejabat negara pada hari Senin, Kepala Staf Kanselir Helge Braun mengatakan ada "keinginan besar untuk bergerak ke tes wajib semacam itu".

"Pertanyaan tentang bagaimana ini dapat diterapkan sekarang harus diperiksa secara rinci, dan saya percaya bahwa kita akan mencapai solusi yang relatif cepat," katanya.

Perdana Menteri Bavaria Markus Soeder sebelumnya menyerukan agar tes menjadi wajib bagi para traveler yang kembali.

"Kami sedang mempersiapkan segalanya, sehingga jika pemerintah federal memberikan lampu hijau, kami dapat segera mengimplementasikannya," katanya.

Namun, langkah itu juga mengundang kecaman dari mereka yang terlalu percaya mengandalkan tes, sehingga menyebabkan rasa puas diri.

"Tes satu kali tidak menawarkan keamanan," kata Kepala Asosiasi Dokter Nasional, Ute Teichert, dalam sebuah wawancara dengan kelompok media Funke. "Sebaliknya: Mereka bisa mengarah pada rasa aman yang salah."

(rfs/rfs)