Sempat Sekarat Akibat Corona, PM Inggris Gelar Kampanye Anti Obesitas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 26 Jul 2020 17:24 WIB
Virus corona: PM Inggris Boris Johnson umumkan rencana bertahap dan bersyarat untuk keluar dari lockdown
Foto: PM Inggris Boris Johnson (BBC World)
Jakarta -

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menggelar kampanye anti-obesitas senilai 10 juta poundsterling (sekitar Rp 180 miliar) usai sempat sekarat karena Corona. Kampanye ini juga termasuk melarang iklan makanan cepat saji.

Seperti dilansir dari AFP, Minggu (26/7/2020) Johnson akan mengumumkan kampanye "Kesehatan yang Lebih Baik" pada hari Senin (20/7), yang diharapkan termasuk mendorong dokter untuk mengeluarkan "resep bersepeda" kepada pasien yang kelebihan berat badan. Juga termasuk kampanye jalur bersepeda yang lebih terpisah dan larangan iklan televisi makanan cepat saji sebelum pukul 21:00 WIB, menurut laporan media Inggris.

"COVID-19 telah memberi kita semua peringatan tentang risiko segera dan jangka panjang dari kelebihan berat badan, dan Perdana Menteri kita jelas harus menggunakan momen ini untuk menjadi lebih sehat, lebih aktif dan makan lebih baik," kata Juru bicara pemerintah pada hari Minggu (26/7).

"Kami akan mendesak masyarakat untuk menggunakan momen ini untuk mengetahui bagaimana mereka menjalani hidup mereka, dan untuk mengambil langkah-langkah sederhana untuk menurunkan berat badan, menjalani hidup yang lebih sehat," lanjutnya.

Laporan Daily Mail juga mengungkap bahwa restoran pun harus mempublikasikan jumlah kalori dalam makanan yang disajikan.

Tonton video 'WHO Jelaskan Kompleksitas Pembuatan Vaksin Corona':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2