Ratusan Mayat Pasien Corona Ditemukan di Jalan dan Rumah-rumah Bolivia

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 13:47 WIB
Health workers and police officers in protective suits carry out an epidemiological evaluation at the houses of police officers to detect possible infections of the novel coronavirus, COVID-19, in El Alto, Bolivia, on July 18, 2020. - The pandemic has killed at least 596,742 people worldwide since it surfaced in China late last year and more than 14 million have been infected, according to an AFP tally at 1100 GMT on Saturday based on official sources. (Photo by Aizar RALDES / AFP)
Ilustrasi -- Petugas kesehatan dan polisi Bolivia memakai alat pelindung diri saat memeriksa jejak virus Corona di rumah-rumah warga (AFP/AIZAR RALDES)
Sucre -

Kepolisian Bolivia menemukan lebih dari 400 mayat di jalanan dan rumah-rumah dalam waktu lima hari terakhir. Sebagian besar dari mayat-mayat itu diyakini meninggal akibat virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir AFP, Rabu (22/7/2020), Kepala Kepolisian Nasional Bolivia, Coronel Ivan Rojas, menuturkan bahwa 191 mayat ditemukan area metropolitan Cochabamba antara 15-20 Juli, sedangkan 141 mayat lainnya ditemukan di wilayah kota La Paz.

Kemudian 68 mayat ditemukan di Santa Cruz, kota terbesar di Olivia. Area metropolitan Santa Cruz merupakan area yang terdampak Corona paling parah di Bolivia. Separuh dari total kasus Corona di negara ini muncul di Santa Cruz.

Data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) menunjukkan 60.991 kasus Corona terkonfirmasi di Bolivia, dengan 2.273 kematian.

Dalam pernyataannya, Rojas menyebut sekitar 85 persen dari mayat-mayat itu merupakan 'kasus positif COVID-19 dan kasus dengan gejala COVID, jadi akan dicatat sebagai kasus suspek'.

Sementara yang lain, sebut Rojas, meninggal akibat 'penyebab-penyebab lain, yang berarti kematian dari penyakit atau penyebab kekerasan'. Tidak diketahui pasti bagaimana bisa mayat-mayat itu telantar dan tidak dimakamkan dengan layak.

Menurut kantor epidemiologi nasional, wilayah Cochabamba dan La Paz mengalami 'kenaikan cepat' kasus Corona. Direktur Institut Investigasi Forensik, Andres Flores, menyatakan bahwa antara 1 April hingga 19 Juli, lebih dari 3 ribu mayat ditemukan di luar rumah sakit, diidentifikasi sebagai kasus terkonfirmasi atau kasus suspek Corona.

(nvc/rdp)