International Updates

Joe Biden Kutip Hadis Nabi, AS Blacklist 11 Perusahaan China Gegara Uighur

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 17:54 WIB
Democratic presidential candidate, former Vice President Joe Biden wears a face mask to protect against the spread of the new coronavirus as he and Jill Biden depart after placing a wreath at the Delaware Memorial Bridge Veterans Memorial Park, Monday, May 25, 2020, in New Castle, Del. (AP Photo/Patrick Semansky)
Joe Biden (Foto: AP Photo/Patrick Semansky)
Jakarta -

Departemen Perdagangan Amerika Serikat memasukkan 11 perusahaan China ke dalam daftar hitam (blacklist) ekonomi. Hal ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan China terhadap etnis Uighur di Xinjiang.

Seperti dilansir dari AFP dan Reuters, Senin (21/7/2020) departemen itu mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut terlibat dalam penggunaan kerja paksa terhadap warga Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya.

Mereka termasuk banyak perusahaan tekstil dan dua perusahaan yang menurut pemerintah AS, sedang melakukan analisis genetik yang digunakan untuk melanjutkan penindasan kaum Uighur dan minoritas Muslim lainnya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (21/7/2020):

- Kutip Hadis Nabi, Joe Biden Janji Akan Angkat Muslim Jadi Stafnya

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden berjanji akan mengisi jajaran stafnya dari kaum muslim jika terpilih nanti. Biden juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang melawan kemunkaran.

Video pidato Biden itu diunggah dalam akun Youtube surat kabar AS, The Hill pada Selasa (21/7/2020). Biden berjanji jika terpilih dan berkantor di Kantor Oval Gedung Putih, dia akan menandatangani undang-undang kejahatan rasial dan menunjuk staf Muslim.

"Saya ingin bekerja dalam kemitraan dengan Anda untuk memastikan suara Anda termasuk dalam proses pengambilan keputusan, saat kami bekerja untuk membangun kembali bangsa kita," kata Biden dalam acara virtual yang diselenggarakan oleh Emgage Action, sebuah komunitas muslim (Political Action Committee/PAC) yang terbesar di AS.

- Korsel Luncurkan Satelit Militer Pertama ke Luar Angkasa

Satelit komunikasi militer yang pertama milik Korea Selatan (Korsel) berhasil diluncurkan ke luar angkasa. Peluncuran yang dilakukan dengan bantuan operator swasta SpaceX ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (21/7/2020), satelit militer bernama ANASIS-II dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Korsel dalam mempertahankan diri menghadapi Korea Utara (Korut) yang memiliki senjata nuklir.

Tonton video 'Joe Biden: Trump Menyerah Hadapi Pandemi Corona':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2