AS Blacklist 11 Perusahaan China Atas Dugaan Pelanggaran HAM Uighur

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 10:57 WIB
Inggris tuduh China lakukan pelanggaran HAM mengerikan terhadap etnis Uighur
Foto: Etnis Uighur di China (BBC World)
Washington DC -

Departemen Perdagangan Amerika Serikat memasukkan 11 perusahaan China ke dalam daftar hitam (blacklist) ekonomi. Hal ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan China terhadap etnis Uighur di Xinjiang.

Seperti dilansir dari AFP dan Reuters, Senin (21/7/2020) departemen itu mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut terlibat dalam penggunaan kerja paksa terhadap warga Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya.

Mereka termasuk banyak perusahaan tekstil dan dua perusahaan yang menurut pemerintah AS, sedang melakukan analisis genetik yang digunakan untuk melanjutkan penindasan kaum Uighur dan minoritas Muslim lainnya.

Perusahaan yang di-blacklist ini tidak dapat membeli komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah AS.

Mereka adalah kelompok ketiga dari perusahaan-perusahaan dan institusi di China yang ditambahkan ke daftar hitam AS, setelah dua kelompok sebelumnya, di mana administrasi Trump mengutip 37 entitas yang disebut juga terlibat dalam penindasan di Xinjiang.

"Beijing secara aktif mempromosikan praktik kerja paksa dan skema analisis dan pengumpulan DNA yang tercela untuk menekan warganya," kata Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan.

Kedutaan Besar China di Washington menolak berkomentar.

Tonton video 'China Tuding Inggris dan AS Berkoalisi Memblokir Huawei':

Selanjutnya
Halaman
1 2