Presiden Meksiko Sumbangkan Sebagian Gaji untuk Upaya Perangi Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 10:56 WIB
Mexican President Andres Manuel Lopez Obrador gestures as he speaks during a press conference at the Palacio Nacional in Mexico City on July 10, 2019. - Arturo Herrera replaced Carlos Urzua as Mexican Secretary of Finance, after he resigned on July 9, 2019 citing discrepancies with Lopez Obradors government. (Photo by ALFREDO ESTRELLA / AFP)
Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador (ALFREDO ESTRELLA/AFP)
Mexico City -

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, menyumbangkan sebagian dari gajinya untuk membantu negaranya menghadapi krisis virus Corona (COVID-19) yang merusak perekonomian negara tersebut. Lopez Obrador juga mendorong para pejabat publik untuk menyumbangkan gaji mereka.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (18/7/2020), Lopez Obrador menyatakan bahwa dirinya akan menyisihkan seperempat dari gaji bulanannya untuk layanan kesehatan yang tengah melakukan berbagai upaya memerangi pandemi Corona di Meksiko.

Diketahui bahwa gaji bulanan Presiden Meksiko mencapai 108 ribu Peso (Rp 70,8 juta). Ini berarti Lopez Obrador akan menyumbangkan sekitar 27 ribu Peso (Rp 17,7 juta) untuk layanan kesehatan Meksiko. Tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Lopez Obrador apakah sumbangan ini hanya diberikan sekali atau rutin setiap bulan.

Sejak menjabat Presiden Meksiko pada akhir tahun 2018, Lopez Obrador melakukan banyak aksi simbolis yang dimaksudkan untuk menunjukkan kepada rakyat Meksiko bahwa dirinya hidup hemat dan tidak korup.

Obrador sendiri telah memangkas gajinya menjadi hanya 40 persen dari gaji para pendahulunya. Dia juga memangkas gaji para birokrat senior Meksiko, menjual pesawat dan helikopter pemerintah, serta menolak menempati kediaman kepresidenan Los Pinos yang ditinggali presiden-presiden Meksiko sejak tahun 1930 silam. Kediaman kepresidenan itu diubah oleh Lopez Obrador menjadi sebuah pusat budaya.

Menurut dokumen Kementerian Keuangan Meksiko yang diungkap ke publik pada Kamis (16/7) waktu setempat, pemerintah telah meminta para pejabat level bawah untuk secara sukarela menyumbangkan 5-23 persen gaji bulanan mereka, tergantung pada pangkat jabatan masing-masing.

Permintaan ini masih berkaitan dengan dekrit pemerintah pada April soal penerapan langkah-langkah penghematan hingga 31 Desember, termasuk pembekuan bonus para pejabat tinggi hingga akhir tahun ini.

"Tidak bisa ada pemerintah yang kaya dengan penduduk yang miskin," tegas Lopez Obrador saat mendorong para pejabat pemerintah untuk mengikuti langkahnya.

Para analis memperkirakan perekonomian Meksiko akan menyusut lebih dari 10 persen pada tahun ini. Sejauh ini, lebih dari 324 ribu kasus Corona terkonfirmasi di wilayah Meksiko, dengan lebih dari 38 ribu kematian.

(nvc/rdp)