Misi Historis SpaceX-NASA Akan Kembali ke Bumi pada 1 Agustus

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 04:22 WIB
A SpaceX Falcon 9, with NASA astronauts Doug Hurley and Bob Behnken in the Crew Dragon capsule, lifts off from Pad 39-A at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Saturday, May 30, 2020. The two astronauts are on the SpaceX test flight to the International Space Station. For the first time in nearly a decade, astronauts blasted towards orbit aboard an American rocket from American soil, a first for a private company. (AP Photo/David J. Phillip)
Misi Historis SpaceX-NASA saat lepas landas dari Florida (Foto: AP/David J. Phillip)
Washington -

Dua astronot Amerika Serikat (AS) dalam misi historis SpaceX-NASA akan mendarat di AS pada 2 Agustus mendatang. Mereka dijadwalkan berangkat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sehari sebelumnya.

"Kami menargetkan keberangkatan 1 Agustus pesawat ruang angkasa Dragon Endeavour dari stasiun ruang angkasa. Pendaratan ditargetkan pada 2 Agustus. Cuaca akan menentukan kepastian jadwalnya. Tunggu saja," ujar adniministator badan antariksa AS, Jim Bridenstine dalam akun twitter resminya, seperti dilansir AFP, Sabtu (18/7/2020).

Kedua astronot atas nama Bob Behnken dan Doug Hurley sebelumnya lepas landas dari Florida menggunakan roket Crew Dragon SpaceX pada 30 Mei lalu. Mereka adalah astronot pertama yang menumpangi pesawat ruang angkasa dan mencapai ISS.

Peluncuran pesawat ruang angkasa SpaceX milik Elon Musk Crew Dragon, atau Kru Naga itu lepas landas dari Launch Pad 39A di Pusat Antariksa Florida pada Sabtu (30/5) pukul 15:22 waktu setempat (Minggu, 02.22 WIB).

Presiden Donald Trump menyaksikan langsung peluncuran pesawat luar angkasa itu. Dia mengatakan peluncuran itu sebagai "hal yang sangat istimewa".

"Benar-benar berbakat, jenius, tidak ada yang bisa seperti kita," kata Trump.

Trump mengatakan misi tersebut adalah misi yang sangat membanggakan. Dia menegaskan tidak negara yang melakukan itu sebelumnya.

"Misi ini akan menjadi salah satu hal yang paling penting yang pernah kami lakukan," tambah Trump sambil menekankan bahwa "Tidak ada yang bisa seperti yang kita lakukan,".

(lir/lir)