Round-Up

Kondisi Ironis Saat Corona Merajalela di Inggris

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 21:02 WIB
Pub hingga restoran di Inggris kembali dibuka usai pemerintah longgarkan lockdown. Warga pun antusias menikmati hiburan di akhir pekan.
Foto: Warga Inggris masih enggan memakai masker (AP Photo)

Sedangkan di AS, sebuah studi baru menunjukkan bahwa salah satu pendorong utama kasus Corona sekarang bisa menjadi "silent spreaders" atau orang-orang yang asimptomatik atau tanpa gejala.

Laporan, yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences, menemukan bahwa tanpa gejala atau
perantara presimptomatik dapat bertanggung jawab atas separuh kasus Corona. Oleh karena itu, masker bisa menjadi langkah pencegahan.

"Kami sekarang telah mengidentifikasi bukti meyakinkan yang sudah berusia puluhan tahun dan tampaknya dilupakan, sejak saat masker bedah dibuat dari kain dan dapat digunakan kembali, menunjukkan bahwa masker membantu mencegah penularan melalui udara. Sekarang bahkan ada beberapa bukti bahwa masker mungkin secara langsung bermanfaat bagi pemakainya," tulis laporan itu.

Sementara itu, Profesor Emeritus Patologi dan Laboratorium Kedokteran di University of Pennsylvania Paul Edelstein menjelaskan hal ini lebih lanjut.

"Ada orang-orang yang tidak memiliki gejala saat melakukan kegiatan sehari-hari mereka, yang secara tidak sadar menghembuskan tetesan (droplet) yang membawa virus. Jika wajah mereka tertutup, sebagian besar tetesan itu akan tertahan sebelum mereka dapat menulari orang lain. Mengenakan masker dapat membantu menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit yang melumpuhkan," tuturnya.


(rdp/rdp)