Round-Up

Kondisi Ironis Saat Corona Merajalela di Inggris

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 21:02 WIB
Pub hingga restoran di Inggris kembali dibuka usai pemerintah longgarkan lockdown. Warga pun antusias menikmati hiburan di akhir pekan.
Foto: Warga Inggris masih enggan memakai masker (AP Photo)
London -

Virus Corona (COVID-19) masih merajalela di Inggris. Namun, ironisnya, masih banyak warga Inggris yang enggan memakai masker.

Sebagaimana dilansir dari CNN, Minggu (12/7/2020) pemandangan warga yang tak memakai masker itu tampak di kawasan pertokoan hingga stasiun kereta bawah tanah Inggris. Bahkan, ketika pub telah dibuka kembali, masih ada warga yang terlihat tidak memakai masker.

Padahal, Inggris merupakan salah satu negara yang paling terpukul di dunia oleh virus Corona - berada di urutan ketiga setelah Brasil dan Amerika Serikat - dengan hampir 45.000 kematian.

Apalagi kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkonfirmasi soal adanya "bukti yang muncul" dari penularan virus Corona melalui udara. Oleh karena itu, para ilmuwan senior mendesak warga Inggris untuk memakai masker, karena dua laporan baru menyoroti potensi efektivitas masker.

"Inggris jauh di belakang banyak negara dalam hal mengenakan masker," kata Kepala Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Inggris, Royal Society, Venki Ramakrishnan mengatakan Selasa (7/7).

Dia mengatakan bahwa tidak mengenakan masker harus dianggap sebagai perilaku antisosial seperti mengemudi saat mabuk. Dia beralasan bahwa ada "bukti yang berkembang bahwa memakai masker akan membantu melindungi orang lain - dan bahkan mungkin melindungi diri mereka sendiri."

Pernyataannya itu muncul sebagai tanggapan atas penelitian ilmiah global tentang pemakaian masker yang diterbitkan oleh kelompok multi-disiplin yang diselenggarakan oleh Royal Society - Evaluasi Data dan Pembelajaran untuk Viral Epidemics (DELVE).

Selanjutnya
Halaman
1 2