International Updates

AS Kecewa Hagia Sophia Diubah Jadi Masjid, Yunani Mengecam Keras

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 17:45 WIB
Hagia Sophia, dulunya gereja diubah jadi masjid, kini jadi museum
Hagia Sophia (Foto: Rois Jajeli/detikTravel)

"Kami kecewa dengan keputusan pemerintah Turki untuk mengubah status Hagia Sophia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/7/2020).

"Kami memahami bahwa pemerintah Turki tetap berkomitmen untuk mempertahankan akses ke Hagia Sophia untuk semua pengunjung, dan berharap untuk mendengar rencananya untuk melanjutkan pengelolaan Hagia Sophia untuk memastikannya tetap dapat diakses tanpa hambatan untuk semua," imbuhnya.

- Trump Sebut Hubungan AS-China Rusak Parah Gegara Pandemi Corona

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut hubungan AS dengan China rusak parah akibat penanganan China atas wabah virus Corona. Trump pun mengatakan bahwa dirinya tidak memikirkan kemungkinan tahap selanjutnya dari kesepakatan perdagangan AS dengan China.

"Mereka seharusnya bisa menghentikan wabah. Mereka bisa menghentikannya. Tapi mereka tidak menghentikannya," kata Trump di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan ke Florida, menurut para wartawan yang hadir di pesawat, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/7/2020).

Saat ditanya apakah dengan memburuknya hubungan berarti "fase dua" dari kesepakatan perdagangan AS-China tidak akan terjadi lagi, Trump mengatakan bahwa dia bahkan tidak memikirkannya dan bahwa ada banyak hal lain di benaknya.

- 6 Orang Dihukum Gantung Atas Pembunuhan Jaksa Malaysia

Pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis mati kepada enam terdakwa kasus pembunuhan Wakil Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anthony Kevin Morais.
Keenam terdakwa itu -- ahli patologi Angkatan Darat, Kolonel Dr R. Kunaseegaran (55), R. Dinishwaran (26), A.K Thinesh Kumar (25), M. Vishwanath (28), S. Nimalan (25) dan S. Ravi Chandaran (47) -- dinyatakan bersalah atas pembunuhan Morais lima tahun lalu.

Vonis hukuman gantung yang ditetapkan Pengadilan Tinggi pada Jumat (10/7) ini, disambut lega oleh keluarga Morais. Kakak laki-laki sang jaksa, Richard Morais mengaku gembira dengan putusan ini dan mengatakan bahwa tim penuntut telah melakukan pekerjaan hebat dalam kasus ini.

"Saya sudah menunggu sangat lama untuk mencari keadilan untuk saudara saya ... Itu gila," ujar Richard seperti dilansir New Straits Times, Sabtu (11/7/2020).

Halaman

(ita/ita)