China Dilanda Tanah Longsor, 14 Orang Tewas Atau Hilang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 18:04 WIB
Kawasan China Selatan dilanda banjir dan tanah longsor (AFP Photo)
Foto: Kawasan China Selatan dilanda banjir dan tanah longsor (AFP Photo)
Beijing -

Hujan lebat dan tanah longsor di China telah menyebabkan setidaknya 14 orang tewas atau hilang, mengubur rumah-rumah warga dan menyebabkan tempat-tempat indah ditutup sementara dalam sehari terakhir.

Pihak berwenang mengatakan bahwa enam orang tidak dapat dijangkau sejak tanah longsor di provinsi Guizhou barat daya menghantam tiga desa pada hari Rabu (8/7) waktu setempat. Setidaknya 156 orang telah dipindahkan, dan enam orang yang terjebak harus diselamatkan setelah kejadian tersebut.

Foto-foto dari tempat kejadian seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/7/2020), menunjukkan para petugas penyelamat yang mengenakan seragam oranye menyisir lumpur dan puing-puing di daerah pegunungan kota Tongren, di mana infrastruktur telah berubah menjadi reruntuhan. Pihak berwenang mengatakan 19 rumah tertimbun longsor dan 60 rumah lainnya rusak.

Setidaknya 120 orang telah meninggal atau hilang tahun ini di China akibat bencana yang berkaitan dengan banjir pada 3 Juli. Menurut laporan media People's Daily yang dikelola pemerintah, kerugian ekonomi mencapai sekitar 41,6 miliar yuan (US$ 5,9 miliar).

Berbagai bagian wilayah China telah dilanda hujan terus-menerus sejak Juni, dengan kerusakannya menambah tekanan pada ekonomi domestik yang sudah terdampak pandemi virus Corona.

Longsor lainnya pada Rabu (8/7) dini hari waktu setempat di provinsi Hubei tengah, mengubur lima rumah dan sembilan warga desa. Delapan dari mereka akhirnya meninggal.

Beberapa area indah terpaksa ditutup sementara untuk alasan keamanan, dengan Gunung Sanqing ditutup untuk pengunjung karena hujan lebat baru-baru ini dan risiko tanah longsor dan bencana lain di daerah tersebut.

(ita/ita)