PM Trudeau Sebut Kanada Berhasil Tangani Corona Lebih Baik dari AS

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 09:09 WIB
Canada Prime Minister Justin Trudeau responds to questions during a news conference at the National Press building in Ottawa, Thursday Jan. 9, 2020.  U.S. and Canadian officials say it is “highly likely” that an Iranian anti-aircraft missile downed a Ukrainian jetliner late Tuesday, killing all 176 people on board.  Trudeau, whose country lost at least 63 citizens in the crash, said evidence indicates the plane was struck by a surface-to-air missile. (Adrian Wyld/The Canadian Press via AP)
Justin Trudeau (Adrian Wyld/The Canadian Press via AP)
Ottawa -

Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, mengklaim bahwa Kanada menangani pandemi virus Corona (COVID-19) lebih baik dari sekutu-sekutunya, termasuk Amerika Serikat (AS). Ini menjadi momen langka Trudeau mengomentari upaya AS yang dianggap gagal menangani Corona.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (9/7/2020), Kanada yang populasinya mencapai sepersepuluh total populasi AS, sejauh ini mencatat total 106.167 kasus Corona, dengan 8.711 kematian. Trudeau menyebut situasi di Kanada kini stabil, meskipun ada beberapa hotspot virus Corona yang masih terdeteksi.

Sebaliknya, AS sejauh ini telah mencatat lebih dari 3 juta kasus Corona, dengan lebih dari 131 ribu kematian. Otoritas AS melaporkan kenaikan kasus harian yang mengkhawatirkan di belasan negara bagian dalam dua pekan terakhir.

"Kita berhasil mengendalikan virus lebih baik daripada kebanyakan sekutu kita, khususnya termasuk tetangga kita," ucap Trudeau, merujuk pada AS sebagai negara tetangga Kanada.

Trudeau mengatakan bahwa situasi ini akan membantu upaya-upaya untuk memulai kembali perekonomian di tengah pandemi Corona.

Tonton juga 'PM Kanada Akui Ada Rasisme Sistemik di Negaranya':

[Gambas:Video 20detik]

Kanada dan AS telah menangguhkan perjalanan non-esensial antara kedua negara sejak Maret dan tengah membahas apakah akan memperpanjang larangan yang akan berakhir pada 21 Juli mendatang.

Meskipun hubungan dengan Presiden AS Donald Trump tergolong baik dalam 18 bulan terakhir, Trudeau memilih untuk tidak menghadiri rapat di AS pada Rabu (8/7) untuk memulai kembali kesepakatan perdagangan dengan AS dan Meksiko. Jika terbang ke AS, Trudeau harus menjalani karantina selama 14 hari sepulangnya dari sana.

(nvc/ita)