Lagi-lagi Kelakuan Trump Disasar, Kini dari Ponakan Via Memoar

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 08:05 WIB
Too Much and Never Enough: How My Family Created the Worlds Most Dangerous Man karya Marry Trump (AP Photo)
Foto: Too Much and Never Enough: How My Family Created the World's Most Dangerous Man karya Marry Trump (AP Photo)
Washington DC -

Beberapa waktu yang lalu, kelakuan buruk Presiden AS Donald Trump dibongkar oleh mantan penasihatnya lewat buku memoar. Kini, giliran keponakan Trump yang merilis buku memoar, yang juga menyasar kelakuan buruknya.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/7), Gedung Putih langsung membalas tuduhan dalam buku itu. Mereka menggambarkan buku karya Mary Trump bertajuk "Too Much and Never Enough: How My Family Created the World's Most Dangerous Man" sebagai "buku kebohongan."

Memoar ini akan terbit pada 14 Juli di tengah gugatan hukum untuk menghentikan publikasi, padahal memoar ini sudah menjadi buku terlaris di Amazon.

Mary, yang seorang psikolog klinis, menyebut bahwa Trump melihat "kecurangan sebagai cara hidup". Kutipan buku ini salah satunya diulas oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT).

Dalam memoarnya, Mary menuduh Trump memiliki "keangkuhan dan sikap masa bodoh" yang telah ada sejak masa mudanya.

Mary menuduh bahwa Trump membayar orang lain untuk mengikuti ujian Scholastic Aptitude Test (SAT)--tes standar--pra-perguruan tinggi agar membantunya masuk ke sekolah bisnis Wharton yang bergengsi di Universitas Pennsylvania.

The New York Times tidak menjelaskan lebih lanjut soal bagaimana Mary bisa tahu. Gedung Putih langsung membantah tuduhan ini.

"Tuduhan SAT yang absurd itu sepenuhnya salah," kata Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Matthews.

Selanjutnya
Halaman
1 2