Keponakan Sebut Trump Jadi Narsistik karena Didikan Ayahnya yang Sosiopat

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 14:58 WIB
President Donald Trump gives a thumbs up as he and first lady Melania Trump leave after a presidential recognition ceremony in the Rose Garden of the White House, Friday, May 15, 2020, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon)
Foto: Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania Trump (AP/Alex Brandon)

Mary juga menulis bahwa Trump melihat "kecurangan sebagai cara hidup". Dalam bukunya, dia menuduh bahwa Trump membayar orang lain untuk mengikuti ujian Scholastic Aptitude Test (SAT)--tes standar--pra-perguruan tinggi agar membantunya masuk ke sekolah bisnis Wharton yang bergengsi di Universitas Pennsylvania.

New York Times tidak menjelaskan bagaimana Mary bisa tahu soal hal itu. "Tuduhan SAT yang absurd itu sepenuhnya salah," tepis Matthews dalam pembelaannya.

Adik laki-laki presiden, Robert Trump mencoba untuk memblokir publikasi, dengan alasan bahwa Mary melanggar perjanjian non-pengungkapan yang ditandatangani pada tahun 2001 setelah penyelesaian warisan kakeknya.

Pekan lalu, seorang hakim banding di New York memutuskan bahwa penerbit Simon & Schuster diizinkan untuk melepaskan memoar itu ke pasaran, dengan mengatakan itu "bukan pihak dalam perjanjian."

Mary adalah putri dari Fred Trump Jr, kakak laki-laki Trump, yang meninggal pada tahun 1981 karena komplikasi yang berkaitan dengan alkoholisme.

Buku ini akan menjadi buku bom terbaru yang membahas rahasia Trump setelah buku tebal mantan penasihatnya John Bolton, yang menggambarkan pemimpin Republik itu korup dan tidak kompeten, jatuh tempo bulan lalu. Trump menggambarkan buku itu sebagai "fiksi".

Halaman

(rdp/nvc)