Pertama Sejak Cluster Baru Merebak, Beijing Laporkan Nol Kasus Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 15:24 WIB
Kondisi Stasun Kereta di Beijing
Suasana di stasiun kereta di Beijing, China di tengah kemunculan cluster baru Corona (Dok. Xinhua/Chen Zhonghao)
Beijing -

Otoritas kota Beijing di China melaporkan nol kasus virus Corona (COVID-19) untuk pertama kalinya sejak kemunculan cluster penularan baru pada Juni lalu. Cluster baru itu memicu kekhawatiran datangnya gelombang kedua virus Corona.

Seperti dilansir AFP, Selasa (7/7/2020), total 335 orang terinfeksi Corona di Beijing sejak cluster baru muncul di pasar Xinfadi pada awal Juni. Lebih dari 11 juta orang telah menjalani tes Corona sejak kemunculan cluster baru di Beijing ini.

Komisi Kesehatan Beijing dalam pernyataan terbaru melaporkan nol kasus Corona sepanjang Senin (6/7) waktu setempat. Ini merupakan momen pertama kalinya tidak ada kasus baru Corona dalam sehari sejak kemunculan cluster baru.

Kendati demikian, disebutkan Komisi Kesehatan Beijing bahwa pihaknya mendeteksi satu kasus tanpa gejala (asymptomatic) sehari sebelumnya, yang otoritas pusat China tidak dimasukkan ke dalam daftar kasus terkonfirmasi. Dengan kata lain, kasus tanpa gejala tidak dianggap sebagai kasus baru oleh China.

Otoritas China masih menyelidiki penyebab munculnya cluster baru Corona di Beijing, dengan penyelidikan awal menunjukkan virus terdeteksi pada papan talenan yang digunakan untuk memotong salmon impor di pasar Xinfadi. Temuan ini memicu larangan impor untuk barang tertentu dan peningkatan kewaspadaan di kalangan pemasok makanan asing.

Dalam konferensi pers, otoritas Beijing juga menyebut bahwa lebih dari 11 juta orang telah menjalani tes Corona sejak 11 Juni. Angka itu mencapai separuh dari total populasi di Beijing, ibu kota China. Diketahui bahwa tes massal digelar di banyak lokasi di Beijing sepanjang Juni lalu, dengan ratusan ribu sampel dikumpulkan setiap harinya.

Lockdown lokal di beberapa area di Beijing mulai dilonggarkan beberapa hari terakhir, dengan orang-orang yang dikategorikan tinggal di area 'berisiko rendah' kini diperbolehkan bepergian secara bebas lagi. Pada Senin (6/7) waktu setempat, Wakil Direktur Pusat Pengendalian Penyakit Kota Beijing, Pang Xinghuo, menyatakan bahwa situasi di Beijing telah 'stabil dan meningkat'.

(nvc/ita)