Korut Tegaskan Tak Ingin Lagi Gelar Pertemuan dengan AS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 08:59 WIB
Donald Trump dan Kim Jong Un
Donald Trump dan Kim Jong-Un saat bertemu di perbatasan Korut dan Korsel (REUTERS/Kevin Lamarque)
Pyongyang -

Korea Utara (Korut) menyatakan tidak ingin lagi untuk duduk bersama dan berunding dengan Amerika Serikat (AS). Korut juga mendesak Korea Selatan (Korsel) untuk 'berhenti mencampuri' urusan Korut.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (7/7/2020), penegasan ini disampaikan seorang diplomat senior Korut bertepatan saat utusan khusus Amerika Serikat (AS) berkunjung ke Seoul, Korsel, dalam upaya memperbarui perundingan nuklir yang mandek dengan Korut.

Direktur Jenderal urusan AS pada Kementerian Luar Negeri Korut, Kwon Jong Gun, menuduh Korsel salah menafsirkan pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, yang menepis 'rumor sebelum waktunya' soal pertemuan lain antara pemimpin Korut Kim Jong-Un dan Presiden AS Donald Trump.

Pada Sabtu (4/7) lalu, Choe menyatakan bahwa Korut merasa tidak perlu untuk menggelar pertemuan baru dengan AS. Hal itu disampaikan beberapa hari setelah Presiden Korsel Moon Jae-In menawarkan untuk menjadi mediator antara Kim Jong-Un dan Trump. Moon bahkan menyarankan agar kedua pemimpin bertemu kembali sebelum pemilihan presiden (pilpres) AS pada November mendatang.

"Ini adalah saat baginya untuk berhenti mencampuri urusan pihak lain tapi tampaknya tidak ada obat atau resep untuk kebiasaan buruk itu," sebut Kwon dalam pernyataannya yang dilansir kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

"Secara eksplisit berbicara sekali lagi, kita tidak punya keinginan untuk duduk berhadap-hadapan dengan Amerika Serikat," tegasnya.

Kim Jong-Un dan Trump bertemu untuk pertama kali pada tahun 2018 di Singapura. Pertemuan bersejarah itu memunculkan harapan suksesnya perundingan untuk mengakhiri program nuklir Korut. Namun pertemuan kedua di Vietnam tahun 2019 tidak menghasilkan kesepakatan konkret dan perundingan pun buntu.

Wakil Menteri Luar Negeri AS, Stephen Biegun, yang memimpin perundingan dengan Korut, dijadwalkan tiba di Seoul pada Selasa (7/7) malam untuk berbicara dengan para pejabat Korsel membahas soal cara menghidupkan kembali perundingan.

Pekan lalu, Biegun menyatakan ada waktu untuk kedua pihak kembali melibatkan diri dan 'membuat kemajuan besar', namun pandemi virus Corona (COVID-19) membuat pertemuan secara langsung sulit digelar sebelum pilpres AS pada 3 November mendatang.

Tonton video 'Trump Tawari Korut dan Iran Bantuan untuk Perangi Wabah Corona:

(nvc/ita)