Hujan Deras Picu Banjir-Longsor di Jepang, 75 Ribu Orang Diminta Mengungsi

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 12:32 WIB
Vehicles pass through a flooded road caused by heavy rain in Yatsushiro, Kumamoto prefecture on July 4, 2020. - Some 75,000 people were ordered to evacuate in western Japan on July 4 as record heavy rain triggered floods and landslides, local media and officials said. The nations weather agency issued the highest level of heavy rain warnings to Kumamoto and Kagoshima on Kyushu island. (Photo by STR / JIJI PRESS / AFP) / Japan OUT
Situasi di Kumamoto yang dilanda banjir (STR/JIJI PRESS/AFP)
Tokyo -

Sekitar 75 ribu orang diperintahkan mengungsi di wilayah Jepang bagian barat setelah terjadi hujan deras yang memicu banjir dan tanah longsor. Beberapa orang dilaporkan terjebak dan 13 orang lainnya hilang akibat bencana alam ini.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/7/2020), badan prakiraan cuaca Jepang merilis peringatan hujan deras dengan level tertinggi untuk wilayah Kumamoto dan Kagoshima di Pulau Kyushu.

Tayangan televisi setempat menunjukkan kendaraan-kendaraan di tempat-tempat parkir di dekat sungai yang meluap. Beberapa jembatan setempat dilaporkan hanyut akibat banjir. Petugas penyelamat mencari tiga orang di Kumamoto setelah tanah longsor menimbun rumah mereka.

"Kami telah mengeluarkan perintah evakuasi setelah turun hujan deras yang mencetak rekor," ucap seorang pejabat prefektur Kumamoto, Toshiaki Mizukami, seperti dilaporkan televisi nasional NHK.

"Kami sangat mendesak orang-orang itu mengambil tindakan demi melindungi nyawa mereka karena hujan masih cukup deras," imbuhnya kepada AFP.

Kyodo News melaporkan bahwa 75 ribu warga di Kumamoto dan Kagoshima diperintahkan untuk mengungsi dari rumah masing-masing. Nyaris 100 orang di kawasan tersebut dilaporkan terjebak.

Laporan NHK menyebut bahwa otoritas setempat telah meminta militer untuk bergabung dalam operasi penyelamatan. Dampak dari bencana alam ini, beberapa layanan kereta, termasuk kereta peluru Shinkansen, dihentikan sementara.

Belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka sejauh ini.

Tonton juga 'Diduga Korupsi, Eks Menteri Kehakiman Jepang dan Istrinya Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/rdp)