Sembilan Tentara Mali Tewas dalam Sebuah Serangan Militer

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 02:44 WIB
Ilustrasi penembakan tentara Israel
Foto: Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Bamako -

Sembilan tentara Mali tewas dalam sebuah serangan saat mereka menuju ke lokasi pembantaian penduduk desa Gouari. Serangan terakhir terjadi Kamis lalu di pintu masuk ke Gouari, salah satu desa tempat orang-orang bersenjata membantai sekitar 30 warga sipil.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/7/2020), satu unit militer dikirim ke lokasi itu pada Rabu (1/7) untuk membantu menguburkan 31 mayat, kata Juru Bicara militer Kolonel Diarran Kone. Pada Kamis (2/7), tentara menerima informasi tentang serangan baru dan mengirim unit ke Gouari.

"Ketika tiba sekitar pukul 8 malam, desa itu tampak sepi, praktis tidak ada tanda-tanda kehidupan," kata Kone.

"Tepat di pintu masuk, FAMa (Angkatan Bersenjata Mali) berjalan menuju penyergapan," ujar Kone, tanpa menyebutkan siapa yang mungkin berada di balik serangan itu.

"Kami menyesal sembilan meninggal dan dua terluka, dan peralatan juga hancur." tambahnya.

PBB mencatat kerusuhan di Mali tengah telah menewaskan hampir 600 warga sipil tahun ini. Bentrokan antara komunitas etnis Fulani dan Dogon telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan milisi berbasis komunitas-awalnya dibentuk untuk pertahanan-sekarang meluncurkan serangan.

Perang Mali meletus pada 2012 ketika pemberontak Tuareg yang didukung oleh kelompok bersenjata mengambil alih padang pasir di utara negara Afrika Barat itu. Pemberontak kemudian dikalahkan oleh sekutu mereka dan militer Prancis turun tangan untuk memaksa mereka kembali.

(rfs/rfs)