Bertambah, Korban Tewas Akibat Longsor di Tambang Giok Myanmar Jadi 160

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 04:48 WIB
Longsor terjadi di tambang batu giok yang berada di kawasan Kachin, Myanmar. Ratusan orang dilaporkan tewas akibat peristiwa tersebut.
Foto: AP Photo/Zaw Moe Htet
Naypyidaw -

Korban tewas akibat longsor di lokasi pertambangan batu giok di Myanmar bertambah. Total korban tewas menjadi 160 penambang. Keamanan setempat berhasil mengeluarkan ratusan jenazah dari tumpukan tanah longsor.

Dilansir AFP, hujan deras di kawasan pertambangan itu menjadi awal mula bencana longsor itu terjadi. Sejumlah bidang tanah runtuh dan menimpa para penambang. Para penambang pun jatuh tenggelam di sebauh danau.

"Ada begitu banyak orang yang mengambang di air," kata seorang saksi.

Petugas kepolisian dan pemadam kebakaran setempat berjibaku mengambil jasad para korban yang tertimbun lumpur. Penyelamatan itu semakin sulit dilakukan karena guyuran hujan yang tak henti-hentinya.

"162 mayat ditemukan," kata otoritas Myanmar.

Selain itu, 54 orang lainnya terluka. Mereka dikirim ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Jasad para penambang yang berhasil diselamatkan ditutup dengan terpal. Beberapa di antaranya ditemukan dalam keadaan tak memakai sepatu.

"Kami tidak dapat menggali dan menemukan mayat-mayat terkubur di bawah danau, jadi kami hanya mengambil mayat-mayat yang mengambang," kata salah seorang petugas.

Longsor terjadi di tambang batu giok yang berada di kawasan Kachin, Myanmar. Ratusan orang dilaporkan tewas akibat peristiwa tersebut.Longsor terjadi di tambang batu giok yang berada di kawasan Kachin, Myanmar. Ratusan orang dilaporkan tewas akibat peristiwa tersebut. Foto: AP Photo/Zaw Moe Htet

Diketahui, para penambang itu sedang mencari batu permata Giok di daerah pegunungan di kota Hpakant. Di wilayah tersebut sering dilakukan penambangan sehingga membuat kerapatan tanah menjadi longgar. Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan untuk tidak melakukan aktivitas penambangan di daerah itu, namun peringatan tersebut diabaikan.

(isa/isa)