Mahathir: Anwar Ibrahim Tidak Bisa Jadi PM karena Tak Populer

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 12:02 WIB
In this Feb. 22, 2020, photo, Malaysian Prime Minister Mahathir Mohamad shakes hand with successor Anwar Ibrahim in Putrajaya, Malaysia.  Political tension is building in Malaysia amid talks that Mahathir will pull his party out of the ruling alliance and team up with opposition parties to form a new government in a major political upheaval. It will thwart his named successor Anwar Ibrahim from taking over.(AP Photo/Vincent Thian)
Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad berjabat tangan pada 22 Februari saat keduanya bertemu di Putrajaya (AP Photo/Vincent Thian)
Kuala Lumpur -

Kandidat Perdana Menteri (PM) Malaysia dari koalisi Pakatan Harapan menghadapi jalan buntu. Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad, kembali menyebut bahwa Anwar Ibrahim tidak cocok menjadi kandidat PM karena dia tidak populer di kalangan warga Melayu di negara tersebut.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Kamis (2/7/2020), Mahathir menyampaikan komentar itu dalam wawancara dengan CNBC. Dia ditanya soal mengapa dirinya tidak jadi menyerahkan kekuasaan kepada Anwar padahal telah menjanjikan hal tersebut pada tahun 2019 lalu.

"Ya, dia (Anwar-red) tidak terlalu populer bagi warga Melayu. Sekarang, telah ditunjukkan bahwa dukungan Melayu sangat penting bagi setiap partai untuk menang pemilu," ucap Mahathir dalam wawancara yang dipublikasikan pada Rabu (1/7) waktu setempat.

"Karena dia tidak populer, menjadi pemimpin dari partai multiras, dia membutuhkan seseorang yang menjadi pemimpin Melayu untuk memenangkan pemilu ini," cetusnya. "Dengan diri saya sebagai kandidat Perdana Menteri, saya pikir kita akan mendapatkan dukungan warga Melayu," imbuh Mahathir.

Lebih lanjut, Mahathir menyatakan bahwa dalam tiga pemilu terakhir di Malaysia, Anwar gagal mendapat suara dari kalangan pemilih Melayu.

"Hanya ketika saya bergabung, kami berhasil menang. Dan ini merupakan sebuah pencapaian, karena selama 60 tahun, pemerintahan selalu dikuasai partai yang sama. Itu adalah pertama kalinya tercapai perubahan," ujarnya.

Tonton video 'Anwar Ibrahim: Mahathir Jangan Lewat 'Pintu Belakang'':

Selanjutnya
Halaman
1 2