Jepang Mulai Terapkan Kantong Plastik Berbayar

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 04:42 WIB
The concept of recycling. A male hand in a jacket transfers money to the other hand in exchange for a garbage bag.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/urfinguss)

Para wisatawan sering terkejut dengan jumlah penggunaan plastik di Jepang. Bahkan pada transaksi paling mendasar seperti membungkus pisang dengan plastik.

Jepang diketahui menghasilkan lebih banyak limbah plastik per kapita. Berdasarkan data PBB, Jepang menjadi negara dengan pengguna plastik terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Hal ini menimbulkan kritikan dari pegiat lingkungan yang menilai Tokyo lambat dalam mengurangi konsumsi plastik.

Dengan langkah tersebut Jepang berkomitmen untuk "menekan penggunaan plastik yang berlebihan dan berfikir tentang cara menggunakannya dengan bijak," demikian isi kebijakan baru itu.

Mengenakan biaya nasional "bertujuan mendorong orang untuk berfikir dua kali jika kantong plastik benar-benar diperlukan dan membantu orang untuk memperbaiki gaya hidup mereka," kata pemerintah Jepang.

Pada 2018 lalu, Jepang berjanji untuk mengurangi 9,4 juta ton sampah plastik per tahun pada tahun 2030.

Pemerintah Jepang mengatakan lebih dari 80 persen limbah plastiknya bisa didaur ulang. Tatapi banyak dari daur ulang itu hanya melibatkan pembakaran plastik. Di mana akan menghasilkan karbon dioksida dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Berdasarkan data pemerintah, kantong plastik menyumbang dua persen dari total penggunaan sampah plastik.

Halaman

(lir/lir)