Gedung Putih Bela Trump di Tengah Isu Hadiah Uang Rusia untuk Taliban

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 11:06 WIB
Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany (AFP Photo)
Foto: Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany (AFP Photo)
Washington DC -

Rusia diberitakan menawarkan hadiah uang sebagai imbalan untuk kelompok militan Taliban demi membunuh pasukan AS. Gedung Putih mengatakan Presiden AS Donald Trump "selalu membaca" laporan intelijen terkait hal ini sembari menepis isu ketidaktahuan Trump.

Seperti dilansir AFP, Rabu (7/1/2020) The New York Times, mengutip dua pejabat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan presiden telah menerima briefing tertulis tentang uang imbalan itu pada akhir Februari. Pejabat tersebut membantah tudingan bahwa Trump tidak diberitahu tentang ancaman itu.

Partai Demokrat meminta lebih banyak informasi dari para pejabat intelijen pada Selasa (30/6/2020) pagi waktu setempat, seiring munculnya pertanyaan mengenai tingkat keterlibatan Trump terhadap file-file sensitif dan perhatian yang dia berikan pada dokumen rahasia yang dikirimkan kepadanya.

"Presiden selalu membaca (dokumen intelijen)," kata sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany saat konferensi pers.

"Dia terus-menerus mendapat informasi dan pengarahan tentang masalah-masalah intelijen," lanjutnya.

Kayleigh McEnany menegaskan bahwa Trump adalah orang yang berpengetahuan dan peka terhadap ancaman yang dia hadapi.

"Presiden adalah orang yang paling berpengetahuan di planet Bumi ketika menyangkut ancaman yang kita hadapi," tambahnya.

Tonton video 'Popularitas Menurun, Trump Mainkan Isu Rasial di Kampanyenya':

Selanjutnya
Halaman
1 2