Round-Up

Demi Tepi Barat dalam Genggaman, Israel Pepet Palestina Berdalih Perdamaian

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 05:07 WIB
Konflik Timur Tengah: Rencana Israel caplok Tepi Barat ditolak oleh 1.000 anggota parlemen negara-negara Eropa
Foto: Israel hendak mencaplok wilayah Tepi Barat (BBC World)
Tel Aviv -

Israel hendak menganeksasi atau mencaplok wilayah Tepi Barat. Bahkan, Israel bersedia berunding dengan Palestina lewat dalih perdamaian untuk memperoleh wilayah itu.

Sebagaimana diketahui, Palestina dan komunitas internasional telah mengecam rencana aneksasi itu sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan ancaman bagi stabilitas kawasan.

Dalam pernyataan terbaru pada Senin (29/6) waktu setempat, Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet, menyebut aneksasi Tepi Barat oleh Israel itu jelas 'ilegal'. Dia memperingatkan bahwa konsekuensi dari langkah itu bisa memicu 'bencana'.

"Aneksasi adalah ilegal. Titik," tegas Bachelet dalam pernyataannya seperti dilansir AFP.

"Gelombang kejutan dari aneksasi akan berlangsung selama beberapa dekade, dan akan sangat merusak bagi Israel, juga bagi Palestina," imbuhnya.

Namun, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dirinya bersedia untuk berunding dengan Palestina atas dasar 'rencana perdamaian' Timur Tengah yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal ini disampaikan menjelang rencana pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat oleh Israel.

Seperti dilansir Xinhua News Agency, Senin (29/6/2020), pernyataan Netanyahu itu disampaikan melalui pidato yang direkam lebih dulu dan disampaikan dalam konferensi yang digelar oleh 'Christians United for Israel', sebuah kelompok evangelis pro-Israel yang berbasis di AS.

Pidato itu disampaikan dua hari sebelum aneksasi sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Dalam pidatonya, Netanyahu mendorong Palestina untuk menerima rencana Trump.

"Saya mendorong Palestina untuk tidak kehilangan kesempatan lainnya," ucap Netanyahu dalam pidatonya. "Mereka harus bersiap untuk merundingkan kompromi bersejarah yang bisa membawa perdamaian bagi warga Israel dan warga Palestina," sebutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2