Round-Up

Presiden Kosovo Siap Balik Kanan Bila Kejahatan Perang Terbukti di Putusan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 20:53 WIB
Presiden Kosovo Hashim Thaci (Getty Images)
Foto: Presiden Kosovo Hashim Thaci (Getty Images)
Kosovo -

Presiden Kosovo Hashim Thaci didakwa melakukan kejahatan perang, salah satunya pembunuhan. Namun, Thaci membantah dakwaan itu dan siap mundur jika terbukti bersalah.

Dakwaan itu berdasarkan atas peran Hashim dalam konflik kemerdekaan Kosovo sekitar tahun 1990.

Dilansir AFP, jaksa penuntut dari Pengadilan Spesialis Kosovo (KSC) mengajukan dakwaan pada 24 April 2020. Namun baru dipublikasikan dua bulan kemudian.

"Surat dakwaan tersebut menuduh bahwa Hashim Thaci, Kadri Veseli dan tersangka lainnya yang didakwa bertanggung jawab secara pidana atas hampir 100 pembunuhan," pernyataan KSC, Kamis (25/6/2020).

Selain itu, Hashim juga didakwa melakukan kejahatan lainnya, seperti penyiksaan hingga penghilangan orang secara paksa. Sekitar 100 korban dari Kosovo, Roma, Albania, tewas karena kejahatan yang dituduhkan dilakukan oleh Hashim.

Jaksa memutuskan untuk mengumumkan dakwaan tersebut karena Hashim dinilai berusaha menghalangi kinerja KSC. Seorang hakim disebut sedang meninjau dakwaan tersebut.

Pengadilan yang didukung Uni Eropa itu dibentuk pada tahun 2015 untuk menyelidiki kejahatan perang oleh gerilyawan etnik Albania yang mencari kemerdekaan terhadap warga sipil Serbia pada perang tahun 1998-1999. Perang itu terjadi antara gerilyawan tentara Kosovo melawan pasukan Serbia.

Namun, Thaci membatah dakwaan tersebut. Menurutnya, dia mungkin bersalah secara politik tetapi tidak melakukan kejahatan perang.

"Saya mungkin telah membuat kesalahan politik saat perdamaian, tetapi kejahatan perang, tidak pernah!" kata Thaci dalam pidato yang disiarkan televisi seperti dilansir AFP, Selasa (30/6).

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2