International Updates

WHO Selidiki Asal-usul Corona, Iran Minta Bantuan Interpol Tangkap Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 17:36 WIB
who
Ilustrasi (Getty Images/AFP)

- Iran Minta Bantuan Interpol untuk Tangkap Trump terkait Pembunuhan Soleimani

Otoritas Iran menyerukan kepada Interpol untuk membantu menangkap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pembunuhan jenderal top Iran, Qasem Soleimani, Januari lalu. Bantuan penangkapan juga diajukan untuk 35 pejabat AS lainnya yang terlibat dalam operasi militer AS yang menewaskan Soleimani di Irak.

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/6/2020), jaksa Teheran, Ali Qasi Mehr, menyatakan bahwa 36 pejabat politik dan militer AS yang 'terlibat dalam pembunuhan' Jenderal Qasem Soleimani 'telah diselidiki dan diperintahkan untuk ditangkap melalui Interpol'.

Terdapat nama Trump dalam daftar 36 pejabat AS yang diperintahkan untuk ditangkap oleh pengadilan Iran. "Orang-orang ini telah didakwa atas pembunuhan dan aksi terorisme," sebut jaksa Qasi Mehr seperti dikutip kantor berita IRNA.

- Palestina Siap Berunding Langsung dengan Israel Terkait Perdamaian

Palestina siap untuk memperbarui perundingan damai yang telah lama terhenti dengan Israel. Palestina juga siap menyetujui konsesi teritorial "minor".

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/6/2020), kesiapan ini tercantum dalam sebuah proposal tandingan terhadap rencana AS yang kontroversial.

Draf proposal Otoritas Palestina (PA) dikirim ke Kuartet penjaga perdamaian internasional -- PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia. Sebagaimana yang dilihat pada Senin (29/6) oleh AFP, dokumen itu mengatakan bahwa Palestina "siap untuk melanjutkan negosiasi bilateral langsung di mana mereka berhenti," pada 2014.

Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh mengatakan pada 9 Juni bahwa PA telah menyusun tanggapan terhadap proposal AS, tetapi sebelumnya tidak menyebutkan pembicaraan langsung dengan Israel.

- Uji Terbang Boeing 737 MAX untuk Sertifikasi Mulai Digelar di Seattle

Boeing memulai uji terbang untuk menentukan apakah pesawat 737 MAX aman untuk mengudara setelah terjadinya dua kecelakaan fatal yang menewaskan 346 orang tahun lalu. Pesawat Boeing 737 MAX yang telah mendapatkan pembaruan sistem mulai mengudara dari Seattle, pada Senin (29/6) waktu setempat.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (30/6/2020), dalam uji terbang ini, pesawat Boeing 737 MAX lepas landas dari Boeing Field di Seattle menuju Danau Moses di negara bagian Washington bagian tengah pada Senin (29/6) pagi waktu setempat. Pesawat mengudara di kawasan Washington bagian timur kemudian terbang rendah ke arah Oregon dan akhirnya kembali ke Seattle.

Para penggemar penerbangan di seluruh dunia mengikuti uji terbang ini secara real-time. Mereka mengawasi saat pesawat Boeing 737 MAX dengan sistem penerbangan dan sistem keselamatan yang telah di-upgrade mengudara dan melakukan manuver-manuver termasuk posisi stall. Manuver dan pergerakan pesawat diketahui dari data kecepatan dan ketinggian pesawat yang dicatat FlightRadar24.

Halaman

(nvc/nvc)