ADVERTISEMENT

Bantah Lakukan Kejahatan Perang, Presiden Kosovo Akan Mundur Jika Terbukti

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 09:56 WIB
Presiden Kosovo Hashim Thaci (Getty Images)
Foto: Presiden Kosovo Hashim Thaci (Getty Images)

Thaci mengatakan pertemuan yang dibatalkan itu merupakan "pukulan keras terhadap peluang mencapai perdamaian antara Kosovo dan Serbia".

Untuk diketahui, pada bulan lalu, seorang hakim beberapa bulan ke depan akan memutuskan apakah kasus-kasus yang disusun oleh kantor kejaksaan cukup kuat untuk mengadili Thaci, didakwa dengan hampir 100 pembunuhan, dan yang lainnya diadili.

Penyusunan dakwaan masih membutuhkan persetujuan dari hakim pra-pengadilan, yang bisa memakan waktu berbulan-bulan, untuk mengadili Thaci.

"Jika tuduhan terkonfirmasi, saya akan segera mundur sebagai Presiden Anda dan menghadapi tuduhan. Saya tidak akan menghadapi keadilan dari kantor ini," tegas Thaci dalam pernyataannya.

Kosovo Specialist Chambers diatur oleh hukum Kosovo, tetapi dikelola oleh hakim dan jaksa internasional.

Tuduhan kejahatan perang terhadap KLA pertama kali muncul dalam laporan 2011 oleh badan hak asasi manusia Dewan Eropa yang menuduh pejuang membunuh warga sipil Serbia dan lawan politik etnik Albania selama konflik 1998-99.

Upaya lokal untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang KLA sejauh ini telah digagalkan oleh intimidasi yang meluas di negara kecil itu, di mana loyalitas klan kuat dan mantan pemberontak dianggap penting.


(rdp/nvc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT