Bantah Lakukan Kejahatan Perang, Presiden Kosovo Akan Mundur Jika Terbukti

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 09:56 WIB
Presiden Kosovo Hashim Thaci (Getty Images)
Foto: Presiden Kosovo Hashim Thaci (Getty Images)
Kosovo -

Presiden Kosovo membantah dakwaan atas kasus kejahatan perang selama dan setelah konflik bersenjata tahun 1998-1999 antara separatis etnik Albania dan Serbia. Dia mengatakan akan mengundurkan diri sebagai Presiden jika dakwaan terhadapnya terkonfirmasi.

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/6/2020) pekan lalu, kantor kejaksaan khusus telah mendakwa Presiden Kosovo Hashim Thaci, mantan ketua parlemen Kadri Veseli dan beberapa orang lainnya atas tindak pembunuhan, penghilangan paksa, penganiayaan dan penyiksaan.

Kosovo Specialist Chambers didirikan di Den Haag pada tahun 2015 untuk menangani kasus-kasus dugaan kejahatan oleh pejuang Tentara Pembebasan Kosovo (KLA) selama perang, yang membuka jalan untuk kemerdekaan Kosovo dari Serbia satu dekade kemudian.

"Saya mungkin telah membuat kesalahan politik saat perdamaian, tetapi kejahatan perang, tidak pernah!" kata Thaci dalam pidato yang disiarkan televisi.

Thaci dan Veseli termasuk di antara mantan komandan top di KLA. Veseli juga telah membantah semua tuduhan itu.

Thaci hendak berangkat ke Washington DC, Amerika Serikat untuk diskusi ketika surat dakwaan diungkap ke publik.

"Saya tidak tahu apakah itu kebetulan atau intrik bahwa, di tengah jalan menuju Gedung Putih, pemberitahuan untuk surat dakwaan yang belum dikonfirmasi dilepaskan," ujarnya.

Tonton video'Pemerintah Masih Tutup Masjid, Umat Islam di Kosovo Protes':

Selanjutnya
Halaman
1 2