2 Wanita Mengaku Anggota Sunda Empire Ditahan di Malaysia 13 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 17:13 WIB
Fathia Reza, 36, and Lamira Roro, 34 (Facebook via South China Morning Post)
Fathia Reza (36) dan Lamira Roro (34) (Facebook via South China Morning Post)
Kuala Lumpur -

Otoritas imigrasi Malaysia menahan dua wanita yang mengklaim 'anggota kerajaan' dari negara bernama 'Sunda Empire' di Jawa Barat, Indonesia. Keduanya telah ditahan selama 13 tahun di Malaysia karena menolak diidentifikasi sebagai warga negara Indonesia (WNI), sehingga dianggap tidak berkewarganegaraan.

Seperti dilansir South China Morning Post (SCMP), Senin (29/6/2020), dua wanita yang diidentifikasi bernama Fathia Reza (36) dan Lamiro Roro (34) itu pertama kali tiba di Kuching, Sarawak, tahun 2007 lalu. Keduanya kini ditahan Depot Imigrasi Melaka.

"Mereka ditahan karena melanggar aturan imigrasi Malaysia dan karena membawa paspor Sunda Empire, yang tidak diakui oleh otoritas Malaysia," kata koordinator informasi dan urusan sosial budaya pada Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, Agung Cahaya Sumirat.

KBRI di Kuala Lumpur dan Konsulat Indonesia di Kuching, Sarawak, menyatakan pihaknya telah mewawancarai kedua wanita itu untuk mengklarifikasi status kewarganegaraan mereka.

"Tapi mereka menolak untuk mengakui diri mereka sebagai warga negara Indonesia dan bersikeras menyatakan diri mereka sebagai warga Sunda Empire," ucap Agung.

"Kesan kami adalah keyakinan mereka menjadi anggota Sunda Empire adalah hal paling penting. Imigrasi Malaysia menyebut status mereka tanpa kewarganegaraan," imbuhnya.

Sunda Empire ramai menjadi pemberitaan di Indonesia pada awal tahun ini. Kelompok yang berbasis di Bandung, Jawa Barat ini, mengklaim memiliki misi untuk menyelesaikan utang negara dengan Bank Dunia tahun 2020.

Tonton juga video 'Petinggi Sunda Empire Didakwa Sebar Hoaks':

(nvc/ita)