Virus Corona Kian Merajalela, Trump Didesak untuk Pakai Masker

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 10:46 WIB
President Donald Trump returns to the White House after visiting outside St. Johns Church, Monday, June 1, 2020, in Washington. Part of the church was set on fire during protests on Sunday night. (AP Photo/Patrick Semansky)
Donald Trump (AP Photo/Patrick Semansky)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi tekanan bipartisan untuk memberikan contoh dengan memakai masker di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang kian merajalela. Tekanan juga muncul dari kalangan Partai Republik yang biasanya enggan mengkritik Trump.

Seperti dilansir AFP, Senin (29/6/2020), jumlah kasus virus Corona mengalami kenaikan tajam di lebih dari separuh negara bagian AS, bahkan mencapai rekor tertinggi baru setelah beberapa bulan upaya mengurangi Corona diterapkan secara tidak merata di wilayah AS dan terkadang diwarnai pesan kontradiktif dari pemerintah.

Wilayah AS bagian selatan dan barat, yang lebih awal membuka perekonomian, menjadi yang terdampak paling parah. Tapi dengan lonjakan kasus terbaru, total kasus Corona di AS kini melampaui 2,5 juta kasus dan total kematian melampaui 125 ribu orang. Situasi ini memicu seruan lebih luas untuk pemberlakuan aturan lebih tegas.

Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Alex Azar, telah memperingatkan bahwa 'jendela tertutup' untuk mengendalikan ledakan penularan Corona di negara-negara bagian AS yang dipimpin kelompok konservatif.

"Ini merupakan situasi yang sangat, sangat serius dan jendela tertutup bagi kita untuk mengambil tindakan dan mengendalikan ini," kata Azar dalam wawancara degan CNN.

Azar sempat ditanya soal mengapa Trump menolak untuk memakai masker di depan umum dan menjadi contoh -- bahkan saat dia berdiri di sebelah penasihat kesehatannya yang selalu tampak memakai masker. Dia hanya menekankan kembali penjelasan Gedung Putih soal Trump secara rutin dites Corona setiap hari dan menyebut Trump ada dalam 'posisi unik' sebagai pemimpin dunia.

Tonton video 'Anggap Berlebihan, Trump Minta Tes Corona Diperlambat':

Selanjutnya
Halaman
1 2