Penyebab Jatuhnya Pesawat Pakistan: Pilot Tak Fokus karena Bahas Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 13:53 WIB
CORRECTS NUMBER OF PASSENGERS TO NEARLY 100, INSTEAD OF MORE THAN 100 - Volunteers look for survivors of a plane that crashed in a residential area of Karachi, Pakistan, May 22, 2020. An aviation official says a passenger plane belonging to state-run Pakistan International Airlines carrying nearly 100 passengers and crew crashed near Karachis airport. (AP Photo/Fareed Khan)
Puing-puing pesawat maskapai Pakistan yang jatuh di area permukiman di Karachi, bulan lalu (AP Photo/Fareed Khan)
Islamabad -

Laporan awal dari kecelakaan pesawat maskapai Pakistan International Airlines (PIA) bulan lalu telah dirilis. Laporan itu menyebut pilot dan kopilot pesawat tidak fokus karena sedang membahas virus Corona (COVID-19) sesaat sebelum pesawat jatuh dan menewaskan 98 orang.

Seperti dilansir AFP, Kamis (25/6/2020), disebutkan juga dalam laporan resmi yang dirilis pada Rabu (24/6) waktu setempat, bahwa pilot berusaha mendaratkan pesawat dengan roda yang masih belum keluar.

Pesawat maskapai PIA jatuh menghantam area permukiman padat penduduk pada 22 Mei, setelah kedua mesinnya mati di udara. Kecelakaan terjadi saat perawat berupaya melakukan upaya pendaratan kedua di Bandara Karachi. Seluruh penumpang dan awak, kecuali dua orang, tewas dalam kecelakaan ini. Satu orang anak meninggal di daratan setelah pesawat jatuh.

Demikian disampaikan pihak menara kontrol lalu lintas udara (ATC).

Para penyidik mendapati bahwa pesawat berada di posisi dua kali lipat dari ketinggian yang tepat saat pertama mendekati landasan. ATC menyarankan pilot untuk terbang berputar demi menurunkan ketinggian secara bertahap. Namun bukannya berputar, pilot tetap berusaha melakukan pendaratan, padahal roda pendaratan telah dimasukkan kembali.

ATC melihat mesin pesawat jenis Airbus A320 itu menggores landasan hingga memicu percikan api, namun tidak memberi tahu kokpit. Mesin pesawat yang sudah rusak itu mati saat pesawat melakukan upaya pendaratan kedua.

Menteri Penerbangan Pakistan, Ghulam Sarwar Khan, menuturkan kepada parlemen bahwa kedua pilot sedang membahas virus Corona (COVID-19) saat keduanya berupaya mendaratkan pesawat dan saat mematikan autopilot.

"Pilot dan kopilot tidak fokus dan saat itu mereka membahas soal Corona. Itu (virus Corona) ada di dalam pikiran mereka. Keluarga mereka terdampak dan mereka membahas soal itu," tutur Khan. "Sangat disayangkan, pilot terlalu percaya diri," imbuhnya.

Identitas pilot dan kopilot tidak diungkap lebih lanjut. Namun seorang pejabat senior PIA menuturkan kepada AFP, bahwa kapten yang menerbangkan pesawat itu bernama Sajjad Gul, yang telah mengabdi selama 25 tahun dan mencatat 17 ribu jam terbang, termasuk 4.500 jam terbang dengan pesawat Airbus A320.

(nvc/ita)