Banjir di Ukraina: 3 Orang Tewas, 6000 Rumah Rusak

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 01:44 WIB
French firefighters on small boats evacuate residents from a flooded area after heavy rainfall in Nemours, France, June 1, 2016. REUTERS/Christian Hartmann
ilustrasi banjir (Foto: REUTERS/Christian Hartmann)
Kiev -

Ukraina dilanda banjir hebat usai hujan lebat. Akibatnya 3 orang tewas dalam musibah yang disebut sebagai bencana banjir terburuk dalam satu dasawarsa.

"Situasi krisis," ujar kata Perdana Menteri Denys Shmygal seperti dilansir AFP, Kamis (25/6/2020).

Banjir yang terjadi sejak awal pekan ini melanda 200 desa. Layanan darurat Ukraina menyebutkan hampir 6000 rumah mengalami kerusakan.

Bahkan,pasien di sebuah rumah sakit terpaksa harus dievakuasi. "Situasinya diperumit oleh kenyataan bahwa ada pasien dengan virus Corona," kata Shmygal.

Presiden Volodymyr Zelensky mendesak para pejabat setempat untuk menemukan solusi sistemik serta memperkuat tepian sungai. Wilayah yang paling terdampak yakni Ivano-Frankivsk di perbatasan Rumania.

Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov mengatakan curah hujan di Ukraina dalam beberapa hari terakhir mencapai 70 persen. Lebih dari 100 kilometer jalan dan sekitar 90 jembatan telah hancur.

Pihak berwenang mulai mengirimkan makanan dengan helikopter ke desa-desa yang terputus oleh air banjir. Skala banjir tahun ini disebut-sebut lebih parah ketimbang musibah banjir pada tahun 2008, ketika 39 orang tewas di Ukraina.

Karena hujan lebat pada Selasa (23/6), ada kenaikan tajam di permukaan air sungai Tysa. Kenaikan tinggi air mencapai 4 hingga 5 meter. Banjir yang terjadi di Ukraina, kata sejumlah ahli, terjadi karena maraknya penebangan liar pepohonan di pegunungan Carphatian.

(isa/isa)