Round-Up

'Hibernasi Nasional' Inggris Dicukupkan, Pub Dibuka Asal Tak Berlebihan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 21:30 WIB
Pub di Inggris boleh buka kembali minggu depan (AFP Photo/Oli Sraff)
Foto: Pub di Inggris boleh buka kembali minggu depan (AFP Photo/Oli Sraff)
London -

Pub di Inggris kini boleh dibuka lagi asal tidak berlebihan. Keputusan ini muncul usai negara itu berbulan-bulan melakukan 'hibernasi nasional' guna mencegah penularan Corona.

Pemerintah Inggris memberi lampu hijau kepada pub untuk buka kembali pada minggu depan, setelah tutup selama tiga bulan akibat wabah Corona. Pengumuman ini disambut baik oleh para pengusaha pub.

Sebelumnya, aturan tinggal di rumah diberlakukan pada tanggal 23 Maret saat virus Corona mulai menyerang. Namun, kini aturan lockdown mulai dilonggkarkan.

Seperti dilansir dari AFP, Rabu (24/6/2020) Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Selasa (23/6) mengumumkan pembukaan kembali pub pada 4 Juli mendatang sebagai bagian dari pelonggaran lockdown untuk aktivitas keramahtamahan, budaya dan pariwisata. Upaya ini semata-mata untuk membantu Inggris menjalankan kembali aktivitas ekonominya yang mandek.

Anggota parlemen bersorak. Dia menyebut langkah itu mengakhiri "hibernasi nasional" negara itu. Johnson mengatakan harus ada "kontak minimum" antara staf dan pelanggan, dengan layanan meja saja.

Johnson mengatakan dia berharap orang-orang tetap memakai akal sehatnya dan tidak berlebihan menanggapi pelonggaran lockdown ini. "Kita tidak mau ada adegan geliat yang hebat di pabrik bir, ketika virus itu bisa ditularkan," tambahnya.

Lebih lanjut, Johnson, yang mengatakan warga Inggris memiliki "hak yang tidak dapat dicabut" untuk pergi ke pub, menghadapi lobi-lobi untuk melonggarkan aturan jarak sosial dua meter untuk membantu bisnis bangkit kembali.

"Di mana dimungkinkan untuk menjaga jarak dua meter, orang wajib melakukannya," katanya, mengumumkan hasil peninjauan Corona.

"Tapi di tempat yang tidak, kami akan menyarankan orang untuk menjaga jarak sosial satu meter plus saat mengambil mitigasi guna mengurangi risiko penularan," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2